Museum Kapuas Raya Sintang Sumber Inspirasi

  • 09 Jan 2024 15:15 WIB
  •  Sintang

KBRN,Sintang: Museum bukan sekadar tempat penyimpanan artefak bersejarah,melainkan juga pintu ilmu pengetahuan dan sumber inspirasi. Perjalanan ke museum memiliki daya tarik unik yang dapat membuka wawasan tentang sejarah,seni,dan ilmu-ilmu lainnya. Ditengah kekayaan budaya yang dimiliki, Sintang juga mempunyai destinasi bersejarah bernama Museum Kapuas Raya.

Anda dapat menjelajahi Museum Kapuas Raya Sintang, destinasi berkelas yang layak dijadikan referensi kunjungan.Museum ini menerima pengunjung setiap hari Senin hingga Jumat,pukul 08.00-14.00 WIB. Terletak di jalan lintas kabupaten Sintang-Putussibau, dengan jarak tempuh sekitar 14 KM atau 15-20 menit dari pusat kota Sintang, museum ini sangat mudah diakses.

Museum Kapuas Raya didirikan berdasarkan Nota Kesepahaman antara Pemerintah Kabupaten Sintang dan KIT Tropenmuseum/KIT Information And Library Services, Amsterdam, Belanda, pada 29 September 2004. Dengan peresmian pada 11 Oktober 2008,museum ini menjadi bukti keberhasilan kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Sintang dan KIT Tropenmuseum.

Sebagai Museum etnografi atau kebudayaan,Museum Kapuas Raya mengangkat tema untuk tiga etnis yang mendiami Sintang, yaitu: Dayak, Melayu, dan Tionghoa.

Pemandu museum, Tri Rahayu Ningsih, menjelaskan salah satu ruangan bernama ruangan kebudayaan.

"Ruangan ini mengangkat tiga tema, yaitu 'Circle of Life' atau lingkaran kehidupan manusia mulai dari proses kelahiran,perkawinan sampai kematian," sebutnya.

Diruangan ini, terdapat juga barang-barang tradisional dari ketiga etnis,seperti yang digunakan dalam upacara-upacara kehidupan sosial, termasuk upacara pesta panen padi dan upacara kematian yang disimbolkan dengan sandung.

Saat melangkah ke dalam Museum Kapuas Raya,pengunjung disambut oleh berbagai koleksi foto di lorong menuju ruangan. Anda bisa menelusuri setiap ruangan yaitu Ruang Sejarah, Ruang Kebudayaan, Ruang Tenun Ikat, dan Ruang Pendidikan.

Ruang Sejarah

Menyajikan informasi tentang sejarah Sintang,kapan kota ini didirikan,serta siapa yang tinggal di Sintang baik dulu maupun sekarang. Ruangan ini memamerkan peta Pulau Borneo tahun 1657,salah satu dokumen tertua mengenai Sintang,serta barang-barang yang mencerminkan sejarah perekonomian dan sosial.

Ruang Kebudayaan

Tema utama ruangan ini adalah "Irama Kehidupan" atau 'Circle of Life' tiga etnis besar di Sintang, mencakup koleksi lama dan baru, seperti Gawai Dayak, Perkawinan Melayu, dan Sembahyang Kubur orang Tionghoa dan lain-lain.

Ruang Tenun Ikat

Menampilkan tradisi tenun ikat Etnis Dayak, dengan berbagai motif kain dan teknik pembuatannya. Tenun Ikat bagi Etnis Dayak merupakan suatu tradisi leluhur yang sampai saat ini masih dipertahankan.

Ruang Pendidikan

Ruangan ini khususnya dapat dimanfaatkan oleh pelajar sebagai tempat stimulasi atau berinteraksi satu sama lain dan menggali serta memahami tentang kebudayaan dan sejarah.

Dengan segala keindahan dan kearifan budayanya, Museum Kapuas Raya Sintang memberikan pengalaman berharga bagi pengunjung yang ingin menjelajahi sejarah dan kebudayaan lokal. Jika Anda tertarik dengan koleksi unik di museum,kunjungan ke Museum Kapuas Raya bisa menjadi pilihan yang tepat.(Sabina)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....