Gunung Bromo dan Keindahannya

  • 11 Agt 2026 10:13 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Gunung Bromo adalah salah satu gunung api yang masih aktif di Indonesia. Gunung yang memiliki ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut ini merupakan destinasi andalan Jawa Timur. Gunung Bromo berdiri gagah dikelilingi kaldera atau lautan pasir seluas 10 kilometer persegi.

Wisatawan yang berkunjung ke Gunung Bromo akan disambut oleh pemandangan yang indah. Salah satu hal yang terkenal dari Gunung Bromo adalah golden sunrise-nya, pasalnya, Gunung Bromo dinobatkan sebagai tempat yang menawarkan pemandangan matahari terbit terbaik di Pulau Jawa. Sesaat setelah momen matahari terbit berakhir, wisatawan akan kembali disuguhkan pemandangan yang tak kalah indanya, yaitu pemandangan negeri di atas awan.

Daya tarik Gunung Bromo yang istimewa adalah kawah di tengah kawah dengan lautan pasirnya yang membentang luas di sekeliling kawah Bromo yang sampai saat ini masih terlihat mengepulkan asap putih setiap saat, manandakan Gunung ini masih aktif.

Sejarah Pembentukan Gunung dan Kawah Bromo

Menurut sejarah terbentuknya Gunung Bromo dan lautan pasir berawal dari dua gunung yang saling berimpitan satu sama lain. Gunung Tengger (4.000 m dpl) yang merupakan gunung terbesar dan tertinggi pada waktu itu. Kemudian terjadi letusan kecil, materi vulkanik terlempar ke tenggara sehingga membentuk lembah besar dan dalam sampai ke desa sapi kerep. Letusan dahsyat kemudian menciptakan kaldera dengan diameter lebih dari delapan kilometer.

Karena dalamnya kaldera, materi vulkanik letusan lanjutan tertumpuk di dalam dan sekarang menjadi lautan pasir dan di duga dulu kala pernah terisi oleh air dan kemudian aktivitas lanjutan adalah munculnya lorong magma ditengah kaldera sehingga muncul gunung - gunung baru antara lain Lautan pasir, Gunung Widodaren, Gunung watangan, Gunung Kursi, Gunung Batok dan Gunung Bromo.

Menikmati Matahari Terbit Gunung Bromo

Salah satu atraksi yang paling menarik di atas Gunung Bromo adalah Matahari terbit. Gumpalan awan yang menutup langit perlahan - lahan tersibak oleh bola putih kekuning - kuningan. Cahaya merah merona diufuk timur. Perlahan - lahan timbulah temberang yang kian membesar hingga membentuk setengah lingkaran sang surya y\nang merah menyala. Berangsur - angsur warnanya berubah menjadi keemasan.

Udara sekitar mulai menerang. Mulailah suatau hari dan kehidupan yang baru. Semuanya mengingatkan kita akan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa. Kecuali di puncak Bromo, atraksi matahari terbit bisa di lihat di Puncak Pananjakan.

Upacara Kasada (Kasodo) Ritual Para Penjaga Bromo

Pada tanggal 14 dan 15 bulan ke duabelas (tahun Jawa) atau bulan Desember/Januari (tahun Masehi) diadakan upacara Kasada. Dalam upacara ini dikorbankan sebagian hasil sawah, ladang dan ternak masyarakat dengan melemparkannya ke kawah Gunung Bromo sebagai tanda syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain Upacara Kasodo juga di kenal Upacara Karo Dan Ayak-ayak.

Gunung Bromo masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dimana wisatawan dapat mengunjungi destinasi lain seperti Gunung Semeru, Gunung Tengger, Gunung Batok, dan tentunya Gunung Bromo. Secara administratif, Gunung Bromo masuk ke dalam 4 kabupaten, yaitu Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang.

Terdapat alternatif untuk mencapai Gunung Bromo melalui jalur darat, yaitu dengan cara transit di Kota Malang. Rute yang ditempuh menjadi Malang-Tumpang-Gubuklakah-Ngandas-Jemplang-Bromo. Perkiraan waktu tempuh adalah 2,5 jam perjalanan. Namun apabila memilih rute ini, bersiaplah menemukan medan yang cukup terjal.

Saat tiba di Gunung Bromo, kemungkinan Anda akan berada di suhu di bawah 10 derajat celcius. Maka pastikan Anda telah mempersiapkan jaket tebal, syal, serta sarung tangan. Pastikan juga Anda telah mengemas kacamata dan masker untuk melindungi bagian wajah Anda.

Demi kenyamanan Anda dalam mengeksplor Gunung Bromo, ada baiknya apabila Anda mengenakan sepatu boot atau sepatu hiking dibandingkan menggunakan sepatu sneaker biasa. Hindari penggunaan sandal karena medan yang akan Anda temui memiliki kontur yang berbatu dan terjal.

Sumber Refresi Utama : https://www.explorebromo.com/

https://www.batiqa.com/id/hotels/surabaya/read-article/mount-bromo

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....