Wisata Sejarah Semarang, Benteng Williem I Ambarawa

  • 28 Apr 2026 10:54 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Benteng Willem I atau lebih dikenal dengan nama Benteng Pendem Ambarawa adalah benteng yang terletak di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Benteng yang dibangun pada tahun 1834, ini terletak di dekat Museum Kereta Api, atau di belakang Rumah Sakit Umum Daerah dr. Gunawan Mangunkusumo, dan berada di kompleks Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Ambarawa. Benteng ini pernah digunakan sebagai lokasi pengambilan gambar untuk film Soekarno yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Fort Willem I atau Benteng Pendem, di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, menjadi saksi bisu kolonialisme Belanda hingga tekad bangsa Indonesia merebut kemerdekaan. Kini, tangsi serdadu itu masih elok dikunjungi pelancong, meski berselimut misteri.

Benteng atau ‘beteng’ tinggalan Belanda itu, hingga kini masih kokoh berdiri di tengah persawahan Desa Lodoyong RT 07 RW 03. Menuju lokasi benteng dapat melalui jalur lingkar Ambarawa atau dekat RSUD dr Gunawan Mangunkusumo. Cirinya, ada gapura berwarna kuning. Dari Kabupaten Semarang , dapat ditempuh sekitar 30 - 45 Menit, berkendara motor atau mobil.

Asal namanya diambil dari nama Willem Frederik Prins Van Oranje-Nassau (1815-1840), sebagai penghormatan kepada Raja Belanda kala itu. Sementara julukan Benteng Pendem Ambarawa diberikan oleh masyarakat setempat karena konstruksinya mirip seperti benteng yang terpendam di tengah rawa. Dibangun pada sekitar tahun 1834 dan selesai pada 1845, benteng ini berbentuk bujur sangkar dan dikelilingi oleh persawahan.

Benteng ini dibangun saat bergolaknya Revolusi Belgia di Eropa pada tahun 1830-an. Khawatir dampaknya akan meluas sampai Jawa, Gubernur Jenderal Van den Bosch kemudian memerintahkan pendirian benteng-benteng di beberapa titik strategis. Salah satu benteng yang dibangun adalah Benteng Willem I di Ambarawa. Pembangunan benteng melibatkan insinyur, penjaga, 3.000 kuli pribumi, serta beberapa tahanan yang dihukum kerja paksa. Lalu, apa kegunaan benteng ini pada saat itu? Hampir semua orang tahu kalau sebuah benteng dibangun dengan tujuan bertahan dari serangan musuh. Akan tetapi, Benteng Pendem Ambarawa justru tidak digunakan untuk tujuan itu. Benteng yang mampu menampung sebanyak 12.000 tentara itu justru digunakan untuk fungsi lainnya. Hal itu dibuktikan dengan arsitektur bangunannya yang banyak jendela, mengindikasikan bahwa fungsi utamanya bukan untuk pertahanan.

Alih-alih bertahan dari musuh, Benteng Fort Willem I justru dijadikan sebagai barak militer, penjara, dan gudang logistik perang. Selain itu, Benteng Pendem Ambarawa juga tidak dilengkapi bangunan yang berfungsi sebagai tameng dan tempat meriam. Fungsinya berubah lagi ketika masa penjajahan Jepang. Pada masa itu, benteng ini digunakan sebagai kamp untuk orang-orang Belanda dan penduduk yang dicurigai membangkang kepada pemerintah Jepang. Sepanjang masa pendudukan Jepang di Ambarawa, banyak perlakuan mengerikan yang diterima para tawanan hingga meninggal di benteng ini. Karena itu, banyak cerita horor menyelimuti Benteng Fort Willem I yang menyebar di masyarakat hingga sekarang. Salah satu tokoh yang pernah ditahan di benteng ini adalah pejuang sekaligus ulama Indonesia, Kiai Mahfud Salam. Ia mendiami salah satu blok di Benteng Pendem Ambarawa, hingga akhirnya meninggal dunia dan dimakamkan di luar kompleks benteng. Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Benteng Fort Willem I digunakan sebagai pangkalan militer oleh Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Baru pada tahun 1950 hingga 1985, sebagian benteng diubah menjadi penjara untuk dewasa dan remaja. Kemudian sejak 2003 hingga saat ini, Benteng Fort Willem I dimanfaatkan sebagai Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Ambarawa.Benteng ini juga dijadikan sebagai rumah dinas sipir dan tentara. Ada sekitar 77 orang yang menempati lantai dua benteng.

Kini Fungsi lainnya adalah destinasi wisata sejarah yang menarik para wisatawan dari dalam maupun luar kota. Menjadi salah satu destinasi populer di Semarang, Benteng Fort Willem I dikunjungi oleh banyak wisatawan setiap harinya.Melalui program revitalisasi, Kementerian PU bersama Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Jawa Tengah berupaya menghadirkan kawasan bersejarah yang terjaga kelestariannya sekaligus mampu mendukung pengembangan pariwisata dan kegiatan masyarakat. Penataan yang dilakukan berorientasi pada pelestarian, keteraturan lingkungan, serta kenyamanan pengunjung. Dengan harga tiket terjangkau pengunjung dapat menikmati Wisata Sejarah sekaligus Pemandangan Alam yang asri.

Referensi : https://www.rumah123.com/explore/kota-semarang/benteng-fort-willem-i/ , https://jatengprov.go.id/beritaopd/fort-willem-i-eloknya-tangsi-belanda-yang-berselimut-misteri/

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....