Melihat Jati Diri ASN BerAKHLAK Melalui Kacamata Bung Hatta
- 30 Jun 2026 18:26 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Mohammad Hatta bukan sekadar Wakil Presiden pertama Indonesia, beliau adalah kompas moral bangsa. Jauh sebelum core values ASN BerAKHLAK diresmikan, Bung Hatta telah mempraktikkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari dan tugas birokrasinya. Kisah hidup beliau menjadi cermin besar bagi setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam mengabdi kepada negara.
Berorientasi Pelayanan
Nilai berorientasi pelayanan yang tercermin dalam sikap dan perilaku oleh Bung Hatta ditunjukkan dengan surat-surat dari Masyarakat yang ditujukan ke rumah beliau yang selalu beliau respon. Selain itu, pada sidang PPKI yang kedua bung Hatta mengusulkan pergantian sila pertama pada Piagam Jakarta menajdi Ketuhanan yang Maha Esa karena beliau mendengarkan keresahan yang disuarakan oleh penduduk Indonesia bagian Timur. Beliau juga memberikan ide-ide berupa pembangunan ekonomi yang saat itu masih lemah pasca proklamasi kemerdekaan. Beliau menentang kapitalisme dan harus diganti dengan asas kekeluargaan agar cita-cita perekonomian terwujud, dari sanalah terbentuknya koperasi di Indonesia. Atas ide-idenya itu lah bung Hatta dikenal juga sebagai Bapak Koperasi Indonesia.
Akuntabel
Bung Hatta terkenal dengan integritasnya yang sangat tinggi. Beliau benar-benar memisahkan antara kehidupan pribadi dengan pekerjaannya. Beliau tidak mau menggunakan fasilitas negara hanya demi kepentingan pribadi. Sebagai contoh beliau memarahi sekretarinya, I Wangsa Wijaya, karena menggunakan tiga lembar kertas Sekretariat Negara untuk membuat surat kantor Wapres. Beliau kemudian mengganti kertas tersebut dengan uang kas wapres. Beliau pun pernah menegur putrinya karena menggunakan kertas Konsulat Jenderal Indonesia untuk bersurat kepada Beliau. Satu lagi, beliau juga tak segan untuk menegur Jenderal Moestopo karena terlambat mengikuti rapat. Sikap-sikap itulah yang mencerminkan nilai Akuntabel yang mana seorang ASN harus melaksanakan tugas dengan jujur, bertanggung jawab, cermat, disiplin dan berintegritas tinggi dan tidak menggunakan fasilitas negara hanya untuk kepentingan pribadi.
Kompeten
Bung Hatta jelas merupakan seorang pemimpin yang kompeten. Beliau memiliki latar belakang pendidikan yang solid di bidang ekonomi dan politik, serta pengalaman praktis dari perjuangan kemerdekaan. Keahlian beliau dalam merancang kebijakan ekonomi, termasuk perencanaan pembangunan dan pengelolaan keuangan negara, menunjukkan betapa pentingnya pengetahuan dan keahliannya dalam memimpin sebuah negara.
Harmonis
Dalam hubungan dengan Presiden Soekarno dan berbagai tokoh politik lainnya, Bung Hatta selalu berusaha menjaga harmoni meskipun sering ada perbedaan pendapat, Bung Hatta tetap mementingkan kerjasama dan dialog. Ini membantu menciptakan suasana yang kondusif untuk menyelesaikan masalah dan membuat keputusan penting secara bersama-sama, yang pada akhirnya membantu stabilitas politik dan sosialIndonesia. Bahkan beliau dan Ir. Soekarno yang dikenal dengan dwitunggal, di mana Ir. Soekarno berasal dari Pulau Jawa dan Bung Hatta berasal dari Pulau Sumatera yang notabene luar Pulau Jawa. Mereka saling bekerja sama mengesampingkan segala perbedaan latar belakangnya demi kemerdekaan Indonesia.
Loyal
Loyalitas Bung Hatta bisa dilihat dari komitmen beliau terhadap perjuangan kemerdekaan dan prinsip-prinsip negara. Beliau tetap setia pada visi dan misi kemerdekaan, bahkan saat menghadapi tekanan dan tantangan. Loyalitas beliau bukan hanya terhadap Presiden Soekarno, tetapi juga terhadap bangsa dan rakyat Indonesia, yang selalu menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan dan keputusan yang diambil. Nilai tersebut juga tercermin pada saat pemerintah mengeluarkan kebijakan sanering atau penurunan nilai rupiah dan tidak pernah memberitahukan siapapun termasuk kepada keluarganya mengenai berita tersebut hingga pemerintah secara resmi mengeluarkan berita mengenai sanering tersebut.
Adaptif
Bung Hatta dikenal sebagai sosok yang sangat adaptif. Ia mampu menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan, baik dalam konteks politikdomestik maupun hubungan internasional. Misalnya, dalam menghadapi perubahan situasi global pasca-perang, Hatta dapat beradaptasi dengan strategi yang fleksibel untuk memajukan Indonesia di panggung internasional serta mengatasi tantangan ekonomi yang ada. Hal tersebut dibuktikan dengan terbentuknya koperasi di Indonesia.
Kolaboratif
Kolaborasi adalah salah satu kekuatan utama Bung Hatta. Ia sangat terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai pihak, baik di dalam pemerintahan maupun di luar. Kolaborasi antara Hatta dan Soekarno adalah contoh nyata dari sinergi yang baik. Kemerdekaan Indonesia terjadi akibat kolaborasi antara Bung Hatta dengan tokoh-tokoh lainnya di Indoneia. Selain itu, Hatta juga berkolaborasi dengan berbagai tokoh dan kelompok untuk membangun konsensus dalam pengambilan keputusan dan pembangunan Negara.
Menjadi ASN BerAKHLAK bukan sekadar menghafal jargon, melainkan meniru langkah nyata Bung Hatta. Integritas mutlak (Akuntabel), pengorbanan demi bangsa (Loyal), dan keahlian yang digunakan untuk membantu rakyat (Berorientasi Pelayanan dan Kompeten) adalah warisan terbesar Bung Hatta yang harus hidup di dalam setiap sanubari aparatur negara saat ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....