Makna Rabu Abu Bagi Umat Katolik di Sintang
- 18 Feb 2026 22:05 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Umat katolik di seluruh dunia merayakan hari raya Rabu Abu sebagai tanda pertobatan dan dimulainya masa prapaskah dimana umat katolik juga memulai masa pantang dan puasa selama 40 hari kedepan. Tidak terkecuali umat katolik di Kabupaten Sintang. Pada Rabu, 18 Februari 2026, ribuan umat katolik mengikuti misa di gereja-gereja yang ada. Seperti di Gereja Maria Ratu Semesta Alam, Sungai Durian Sintang, misa dilaksanakan tiga kali, pukul 05.15 wib, 08.00 wib dan pukul 18.00 wib.
Pada misa ke dua, misa dipimpin RD. Patris. Usai memimpin misa, kepada RRI, RD. Patris mengucapkan selamat memasuki masa tobat, pantang dan puasa untuk umat katolik yang diawali dengan Rabu Abu, yaitu umat menerima abu di keningnya sebagai tanda pertobatan.
"Abu memang kelihatannya sederhana dan tidak berarti. Tetapi mengandung makna yang begitu luar biasa, bahwa kita manusia berasal dari abu dan akan kembali pada abu. Ini adalah sebuah semangat pengharapan yang harus kita bangun dalam diri kita selama masa tobat ini," ujarnya.
RD. Patris menjelaskan bahwa pantang dan puasa merupakan tradisi gereja katolik yang sudah sangat lama dijalankan. Ini merupakan tradisi yang bahkan sudah ada sejak perjanjian lama.
Ia juga mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa kepada saudara-saudara umat muslim yang juga menjalankan ibadah puasa. "Kami mengucapkan selamat menjalankan bulan ramadhan, dan juga kepada umat katolik mari kita sama-sama belajar untuk menghargai perbedaan kita. Justru perbedaan itu tumbuh menjadi sebuah nilai-nilai yang kita harapkan yaitu perdamaian, sukacita, saling menghargai, saling menghormati satu terhadap yang lain," tutupnya. (dby)