Mengenal Tradisi Pernikahan Melayu Sintang
- 10 Jun 2024 16:22 WIB
- Sintang
KBRN, Sintang : Tradisi pernikahan di Indonesia sangat beragam, mencerminkan kekayaan budaya dan adat istiadat dari berbagai suku bangsa yang ada di Nusantara. Setiap daerah memiliki tata cara dan ritual pernikahan yang unik dan penuh makna. Salah satu tradisi pernikahan yang menarik untuk dibahas adalah tradisi pernikahan Melayu di Sintang. Dalam masyarakat Melayu, pernikahan merupakan peristiwa sakral di mana pengantin diperlakukan sebagai raja dan ratu sehari.
Berikut ini tradisi pernikahan Melayu yang dirangkum dari data di Museum Kapuas Raya Sintang :
1. Persiapan Pernikahan
Setelah persiapan antara dua keluarga selesai dan tanggal pernikahan ditentukan, ada beberapa upacara penting yang dilaksanakan sebelum hari pernikahan. Salah satu upacara tersebut adalah ritual memandikan pengantin. Upacara ini bertujuan untuk menyucikan calon pengantin sebelum memasuki kehidupan baru sebagai suami dan istri.
Selain itu, ada juga upacara ber-inai, yaitu penerapan inai atau henna pada tangan dan kaki pengantin. Inai ini tidak hanya mempercantik penampilan pengantin, tetapi juga memiliki makna simbolis sebagai pelindung dan penolak bala.
2. Upacara Pernikahan
Upacara pernikahan Melayu dimulai dengan prosesi akad nikah dan penandatanganan surat pernikahan. Akad nikah ini biasanya dilaksanakan di masjid atau di rumah pengantin wanita. Dalam prosesi ini, mas kawin disediakan sebagai simbol ikatan pernikahan yang kuat. Setelah akad nikah, pengantin diberikan doa restu oleh sanak saudara dan para tamu yang hadir. Tidak lupa juga, hidangan makanan pesta disajikan untuk para tamu sebagai bentuk syukur dan kebahagiaan.
Selanjutnya adalah upacara bersanding. Dalam upacara ini, pengantin duduk berdampingan di atas pelaminan yang megah, dan tamu undangan datang untuk mengucapkan selamat kepada pengantin dan orang tua mereka. Para tamu biasanya memberikan hadiah dan menikmati hidangan bersama. Sebagai tanda terima kasih, tamu undangan sering diberikan telur berwarna merah yang melambangkan kesuburan.
3. Keunikan Pernikahan Melayu di Sintang
Pernikahan Melayu di Sintang memiliki ciri khas yang berbeda, yaitu dengan diadakannya Nopen. Nopen merupakan parade menutup muka yang dilakukan oleh keluarga dekat kedua mempelai. Anggota keluarga akan menutup muka mereka dengan berbagai benda yang lucu dan mengundang tawa, sehingga tidak dapat dikenali oleh pengantin. Tradisi ini menambah keseruan dan keceriaan dalam perayaan pernikahan.
4. Dekorasi Pernikahan Melayu
Dekorasi dalam pernikahan Melayu juga memiliki keunikan tersendiri. Salah satu elemen penting dalam dekorasi adalah Kuadai, yaitu kayu yang diukir dan dihias dengan kain. Kuadai digunakan sebagai pemisah antara kamar pengantin dengan ruang di mana pengantin dan keluarga menerima tamu. Selain itu, terdapat juga Payung Raja yang diletakkan di sebelah kanan dan kiri pengantin, menambah kemegahan dan keagungan suasana pernikahan.
Pernikahan Melayu adalah salah satu contoh kekayaan budaya Indonesia yang penuh dengan nilai-nilai luhur dan makna mendalam. Setiap tahapan dalam pernikahan, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan upacara, sarat dengan simbolisme yang mencerminkan filosofi hidup dan kepercayaan masyarakat Melayu. Keunikan dan keindahan tradisi ini tidak hanya memperkaya budaya Indonesia, tetapi juga menjadi warisan yang harus dilestarikan dan dijaga untuk generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....