Kecamatan Sintang Gelar Lokakarya Percepatan Penanganan Stunting
- 06 Jun 2024 12:47 WIB
- Sintang
KBRN, Sintang: Dalam upaya mempercepat penanganan stunting, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kecamatan Sintang mengadakan Mini Lokakarya Lintas Sektor di Balairung Ambeg Pamarta Kantor Camat Sintang, Selasa (5/6/2024).
Camat Sintang selaku Ketua TPPS Kecamatan Sintang, Tatang Supriyatna menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mengatasi masalah stunting yang masih menjadi tantangan besar.
"Maksud dan tujuan kegiatan ini dalam rangka evaluasi kondisi stunting di Kecamatan Sintang, serta upaya yang perlu dilakukan secara kolaboratif lintas sektoral," kata Tatang,
Menurut Tatang stunting adalah masalah kompleks yang memerlukan pendekatan terpadu dan kerjasama dari berbagai sektor, sehingga perlu menyatukan visi dan strategi untuk mempercepat penanganan stunting di Kecamatan Sintang.
"Pencegahan stunting dimulai dari pemberian gizi yang cukup dan pendidikan kesehatan sejak dini, serta memperhatikan kondisi lingkungan yang sehat, oleh karena itu kita akan optimalkan peran posyandu," ujarnya.
Tatang menambahkan, pihaknya akan fokus pada rencana kegiatan intervensi serentak di seluruh posyandu berupa kegiatan penimbangan dan pengukuran terhadap sasaran konvergensi stunting yakni remaja putri, ibu hamil dan bayi balita 0-59 bulan.
"Dari kegiatan ini akan dilakukan rapat teknis terkait upaya meningkatkan kunjungan ke posyandu, karena kita ingin menggalang dukungan kolaborasi lintas sektoral terhadap sasaran pengukuran dan penimbangan mencapai 90 persen," kata Tatang.
Disampaikannya, guna meningkatkan kunjungan ke posyandu, TPPS Kecamatan Sintang akan mengadakan lomba antar posyandu untuk capaian tertinggi sasaran yang dapat ditimbang atau diukur, serta memberikan hadiah kepada posyandu yang berinovasi dalam pelaksanaan intervensi serentak tersebut.
Tatang yakin dengan pengoptimalan peran posyandu bisa mendapatkan data yang valid untuk rencana tindak lanjut guna menekan angka stunting sesuai target nasional yakni 14 persen di tahun 2024. (Sta)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....