Pemkab Sintang Dorong Sinergi Bentuk Karakter Anak
- 06 Okt 2026 15:58 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang – Pembentukan karakter anak membutuhkan pendekatan yang menyeluruh dengan menggabungkan aspek spiritual, pembentukan karakter, serta pola asuh yang mendukung kesehatan psikologis dan emosional.
Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Bupati Sintang Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Asmidi, dalam kegiatan sosialisasi bagi guru agama tingkat SD/MI dan SMP/MTs se-Kabupaten Sintang di Balai Praja Kantor Bupati Sintang, Selasa, 6 Oktober 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Sintang melalui DKBP3A tersebut mengangkat tema Sinergi Aspek Spiritual, Pembentukan Karakter dan Pola Asuh Psikologis pada Anak.
| Baca juga: Senam Bersama Meriahkan HAORNAS di Sintang |
Asmidi mengatakan, perkembangan teknologi dan keterbukaan informasi memberikan tantangan tersendiri bagi tumbuh kembang anak. Karena itu, pendampingan dari lingkungan keluarga dan sekolah harus dilakukan secara bersama-sama.
“Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang begitu cepat, tantangan pengasuhan anak semakin kompleks. Anak kita tumbuh dalam lingkungan yang penuh dengan informasi dan berbagai pengaruh luar. Karena itu pendampingan baik orang tua maupun guru agama menjadi sangat penting,” ujarnya.
Menurut Asmidi, diperlukan pola pendampingan yang komprehensif, integratif, dan kolaboratif dengan bertumpu pada tiga aspek utama.
| Baca juga: Pemkab Sintang Awasi Penyaluran BBM di SPBU |
Aspek pertama adalah spiritual atau pondasi keimanan. Nilai-nilai ketuhanan, akhlak mulia, dan rasa syukur yang ditanamkan sejak dini dinilai dapat menjadi bekal moral bagi anak dalam menghadapi berbagai pengaruh dari lingkungan luar.
Aspek kedua adalah pembentukan karakter melalui integritas dan keteladanan. Karakter tidak terbentuk secara instan, tetapi melalui kebiasaan, kedisiplinan, serta contoh nyata dari orang dewasa di sekitar anak.
Sementara aspek ketiga adalah pola asuh psikologis yang berkaitan dengan kesehatan mental dan emosional. Anak membutuhkan rasa aman, ruang untuk menyampaikan keluhan, serta dukungan terhadap perasaan yang mereka alami.
“Ketiga aspek ini tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Pondasi spiritual memberikan arah, pembentukan karakter memberikan bentuk dan pola asuh psikologis memberikan ruang tumbuh yang sehat dan aman bagi jiwa anak,” kata Asmidi.
Ia berharap pemahaman mengenai ketiga aspek tersebut dapat diterapkan para guru agama dalam proses pendampingan peserta didik di sekolah.
Dengan sinergi antara pendidikan spiritual, pembentukan karakter, dan pendampingan psikologis, anak diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang memiliki nilai moral, tanggung jawab, serta ketahanan dalam menghadapi berbagai tantangan. (Sta)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....