Bentuk Pola Asuh Anak Berkarakter dan Bertanggung jawab
- 06 Okt 2026 15:59 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang – Pemerintah Kabupaten Sintang mendorong penerapan pola asuh yang lebih humanis dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Pendekatan tersebut dinilai penting agar anak dapat berkembang secara sehat, mandiri, dan memiliki karakter yang kuat.
Hal itu disampaikan Staf Ahli Bupati Sintang Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Asmidi, saat membuka kegiatan sosialisasi bagi guru agama tingkat SD/MI dan SMP/MTs di Kabupaten Sintang, yang digelar Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) di Balai Praja Kantor Bupati Sintang, Selasa, 6 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut mengangkat tema Sinergi Aspek Spiritual, Pembentukan Karakter dan Pola Asuh Psikologis pada Anak.
Asmidi mengatakan, anak membutuhkan pendampingan yang mampu menggabungkan ketegasan dengan komunikasi yang hangat. Menurut Asmidi, orang dewasa perlu memahami setiap tahapan perkembangan anak agar proses pengasuhan tidak justru menimbulkan tekanan.
“Dalam hal ini pola asuh memiliki peranan yang sangat besar. Anak membutuhkan bimbingan yang bukan hanya mampu mendengarkan, memahami, dan mendampingi. Ketegasan tetap diperlukan, namun hendaknya disertai komunikasi yang hangat dan penghargaan terhadap proses perkembangan anak,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar pola pengasuhan tidak hanya berorientasi pada tuntutan dan hukuman. Sebaliknya, anak perlu diberikan ruang untuk belajar mengambil keputusan dan bertanggung jawab atas pilihannya.
“Kita perlu menghindari pola pengasuhan yang berorientasi pada tuntutan dan hukuman, mari kita membangun pola asuh yang mendorong anak untuk berani bertanya, mengemukakan pendapat, belajar dari kesalahan, dan bertanggung jawab atas pilihannya,” kata Asmidi.
Asmidi menuturkan, pola pendampingan yang demikian dapat membantu anak tumbuh dengan kepercayaan diri sekaligus kemampuan menghadapi berbagai persoalan dalam kehidupannya.
Di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang semakin cepat, peran orang tua dan guru agama juga semakin penting dalam memberikan pendampingan kepada anak.
Melalui sosialisasi tersebut, para guru agama diharapkan dapat memperkuat perannya dalam mendukung pembentukan karakter dan perkembangan psikologis peserta didik, sekaligus membangun komunikasi yang lebih baik dengan keluarga. (Sta)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....