Lomba Saprahan dan Busana Melayu Tanamkan Kecintaan Budaya sejak Dini

  • 06 Okt 2026 08:57 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Kapuas Hulu - Wakil Bupati Kapuas Hulu, Sukardi didampingi Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Kapuas Hulu, Nordimin Sukardi, menghadiri secara langsung kegiatan Lomba Saprahan dan Lomba Busana Melayu Anak yang diselenggarakan oleh Majelis Perempuan Melayu (MPM) Kabupaten Kapuas Hulu di Rumah Adat Melayu Putussibau, Sabtu 3 Oktober 2026.

Kegiatan budaya yang berlangsung meriah ini digelar sebagai langkah nyata dalam melestarikan adat tradisi Melayu sekaligus menanamkan kecintaan terhadap kebudayaan lokal sejak usia dini kepada generasi muda di Kabupaten Kapuas Hulu.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kapuas Hulu Sukardi, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Majelis Perempuan Melayu Kabupaten Kapuas Hulu atas konsistensinya menggelar kegiatan adat yang syarat akan nilai-nilai kebersamaan dan kekeluargaan tersebut.

"Tradisi Saprahan bukan sekadar makan bersama, melainkan simbol kebersamaan, rasa saling menghargai, kesetaraan, dan kegotongroyongan masyarakat Melayu. Begitu pula dengan lomba Busana Melayu Anak, ini menjadi sarana penting untuk memperkenalkan serta menanamkan rasa bangga akan identitas budaya daerah sejak usia dini," ujar Sukardi.

Senada dengan hal tersebut, Ketua GOW Kabupaten Kapuas Hulu, Nordimin Sukardi, turut memberikan dukungan penuh terhadap peran perempuan dan organisasi kemasyarakatan dalam memajukan kebudayaan lokal. Menurutnya, pembentukan karakter anak yang mencintai budayanya tidak lepas dari peran aktif kaum ibu dan organisasi perempuan di daerah.

"Melalui kegiatan ini, kita harapkan anak-anak tidak hanya mengenal pakaian adat dan tata cara Saprahan, tetapi juga memahami nilai-nilai kesantunan serta kearifan lokal Melayu yang harus terus dijaga," tutur Nordimin di sela-sela acara.

Sementara itu, pihak penyelenggara dari Majelis Perempuan Melayu Kabupaten Kapuas Hulu menjelaskan bahwa acara ini diikuti oleh berbagai kelompok masyarakat serta anak-anak tingkat sekolah dasar dan taman kanak-kanak. Lomba Saprahan menampilkan keahlian dan keindahan tata cara menyajikan hidangan khas Melayu secara lesehan, sedangkan Lomba Busana Melayu Anak menampilkan keanggunan serta kreativitas busana tradisional Melayu Kapuas Hulu. (ril/din)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....