Budidaya Timun Potensi Bagus Tingkatkan Penghasilan Petani

  • 06 Okt 2026 08:47 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Budidaya timun menjadi salah satu potensi pertanian yang dikembangkan petani di Kapuas Kiri Hulu, Kabupaten Sintang. Selain memiliki masa panen relatif singkat, komoditas ini juga memiliki peluang pasar yang cukup baik sehingga menjadi pilihan petani untuk memenuhi kebutuhan pangan lokal.

Salah satu petani timun, Supiah, mengatakan dirinya memilih membudidayakan timun karena melihat harga komoditas tersebut cukup baik. Saat ini, ia mengembangkan tanaman timun di lahan sekitar seperempat hektare.

Menurut Supiah, tanaman timun mulai dapat dipanen sekitar satu bulan setelah ditanam. Jika mendapatkan perawatan yang baik, masa panen dapat berlangsung hingga satu sampai dua bulan.

“Dari nanam kepanen itu satu bulan, kalau perawatannya bagus, masa panennya bisa berlangsung satu sampai dua bulan,” ujarnya.

Supiah menjelaskan dari satu bungkus benih seberat 20 gram, hasil panen yang diperoleh biasanya sekitar 50 kilogram. Dalam kondisi tanaman tumbuh subur, produksi bahkan dapat mencapai 100 kilogram, menjelang akhir masa panen hasilnya dapat sekitar 10 kilogram. Hasil panen tersebut kemudian dipasarkan ke Pasar Inpres Sintang melalui pengepul yang sudah menjadi langganannya dengan harga jual mengikuti kondisi pasar.

"Normalnya itu benih yang 20 gram dapat 50kg sekali panen, paling banyak pernah 100kg, menjelang akhir masa panen palingan 10 kg, saya jual ke langganan, pengepul di pasar Impres," katanya.

Budidaya timun yang dikembangkan petani lokal tersebut turut mendukung ketersediaan pangan masyarakat sekaligus membuka peluang pendapatan bagi petani. Potensi tersebut diharapkan dapat terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan terhadap hasil pertanian lokal. (din)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....