Danrem 121/Abw Sambut Menhan RI untuk Melepas Pasukan JSDF di Pelabuhan Kijing
- 01 Okt 2026 17:52 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Danrem 121/Abw Brigjen TNI Purnomosidi, S.I.P., M.A.P., M.Han., sambut kedatangan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin melepas Pasukan Bela Diri Jepang atau Japan Self-Defense Forces (JSDF) di Pelabuhan Internasional Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat pada Rabu 30 September 2026.
Pelepasan pasukan dilakukan setelah JSDF menyelesaikan misi bantuan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Prosesi pelepasan berlangsung di atas kapal LST-03 Kunisaki milik Jepang yang bersandar di Pelabuhan Internasional Kijing.
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan, kehadirannya di atas kapal tersebut untuk melepas langsung pasukan JSDF yang telah menjalankan misi bantuan pemadaman karhutla di Kalimantan Barat.
“Hari ini saya hadir di geladak kapal ini untuk melepas langsung misi bantuan pemadaman karhutla dari JSDF yang dalam beberapa hari ke depan akan kembali ke negara asal mereka,” kata Sjafrie Sjamsoeddin.
Dalam misi kemanusiaan tersebut, Jepang mengerahkan tiga helikopter berat CH-47 Chinook yang dibawa menggunakan kapal perang JS Kunisaki. Armada udara tersebut tiba di Kalimantan Barat pada 10 September 2026 setelah menempuh perjalanan laut dari Jepang.
Operasi udara secara resmi berakhir pada Selasa 29 September 2026. Hingga Senin 28 September 2026, tiga helikopter CH-47 Chinook telah melaksanakan lebih dari 40 operasi pemadaman dari udara dan menjatuhkan sekitar 220 ton air ke sejumlah kawasan terdampak karhutla.
Salah satu wilayah yang menjadi sasaran operasi water bombing yakni Desa Pagar Mentimun, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang.

Pemerintah Indonesia menyambut baik dukungan Jepang dalam penanganan karhutla. Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Jepang atas dukungan yang diberikan selama masa tanggap bencana.
Sementara itu, Duta Besar Jepang untuk Indonesia Ueno Atsushi mengapresiasi sambutan dan dukungan pemerintah Indonesia selama pelaksanaan misi. Ia menyebut operasi pemadaman karhutla di Indonesia menjadi pengalaman pertama bagi JSDF menjalankan misi serupa di luar wilayah Jepang.
“Ke depan kita akan meningkatkan kerja sama serupa untuk Indonesia, baik di bidang bencana maupun kerja sama pertahanan,” ujar Ueno Atsushi.
Berakhirnya misi JSDF menandai beralihnya kembali kendali penuh penanganan sisa titik api kepada Satgas Nasional, pemerintah daerah, serta relawan di lapangan. Masyarakat di Kalimantan Barat diimbau tetap waspada dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan guna mencegah munculnya titik api baru. (ril/Sabina)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....