Pemkab Sintang Perkuat Peran Guru BK dan Orang Tua Tangani Kasus Anak di Sekolah

  • 01 Okt 2026 15:57 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang – Pemerintah Kabupaten Sintang mendorong guru Bimbingan dan Konseling (BK) memperkuat komunikasi dengan orang tua dalam menangani berbagai persoalan yang dihadapi peserta didik.

Penguatan komunikasi tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam kegiatan Kerja Sama Lintas Sektor dalam Pencegahan Kekerasan terhadap Anak (KTA), Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) dan Perkawinan Anak yang digelar di Balai Praja Kantor Bupati Sintang, Rabu, 30 September 2026.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kartiyus, mengatakan guru BK memiliki posisi penting sebagai penghubung antara kondisi anak di sekolah dengan lingkungan keluarga.

Menurut Kartiyus, komunikasi antara guru BK dan orang tua diperlukan agar persoalan yang dihadapi anak dapat dipahami secara utuh dan tidak hanya dilihat dari satu sudut pandang.

"Guru BK hadir mengambil peran strategis sebagai mitra utama, khususnya orang tua siswa. Guru BK mempunyai tugas dan peran penting sebagai jembatan komunikasi, yaitu bisa menghubungkan perspektif sekolah dan kondisi anak di rumah agar kita mendapatkan gambaran secara utuh," ujar Kartiyus.

Selain menjadi penghubung, guru BK juga diharapkan mampu membantu menemukan akar persoalan yang dihadapi peserta didik dan merumuskan bentuk pendampingan yang sesuai.

Kartiyus mengatakan guru BK juga perlu menyediakan ruang aman bagi siswa dan orang tua untuk menyampaikan persoalan maupun kekhawatiran tanpa rasa takut dihakimi.

"Guru BK juga sebagai mitra solutif, yaitu mencari akar masalah dan merumuskan langkah pendampingan yang tepat, terukur, dan penuh empati, serta sebagai ruang aman atau safe space," katanya.

Ia menilai keterbukaan antara guru BK dan orang tua dapat memberikan rasa kepedulian kepada anak. Ketika sekolah dan keluarga memberikan dukungan secara bersama-sama, anak diharapkan tidak merasa menghadapi persoalannya seorang diri.

"Kita berharap ketika masalah atau kasus anak ditangani dengan keterbukaan antara guru BK dan orang tua, anak akan merasakan bahwa seluruh lingkungan terdekatnya peduli," ujar Kartiyus.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sintang mendorong terciptanya kesepahaman antara sekolah dan orang tua dalam setiap proses pendampingan anak.

Kartiyus berharap komunikasi yang selama ini menjadi sekat dapat diminimalkan dan ego sektoral diturunkan, sehingga seluruh pihak dapat meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan serta masa depan anak-anak di Kabupaten Sintang. (Sta)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....