Harga Sayuan Melabung, Warga Sintang Pilih Berhemat

  • 29 Sep 2026 16:47 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID - Sintang, Warga dan pedagang sayur di Kabupaten Sintang mengeluhkan kenaikan harga sejumlah komoditas pangan di pasaran yang tidak diikuti peningkatan pendapatan. Kenaikan harga terutama terjadi pada cabai dan berbagai jenis sayuran yang disinyalir dipengaruhi kemarau yang melanda Sintang selama sekitar tiga bulan terakhir.

Berdasarkan pantauan di Pasar Tugu BI Sintang Selasa, 29 September 2026, harga cabai mencapai sekitar Rp160.000 per kilogram, terong hijau Rp43.000 per kilogram sedangkan perenggi keriting atau labu mencapai Rp35.000 per kilogram.

Pedagang sayur di Pasar Tugu BI Sintang Deni mengatakan hampir seluruh komoditas sayuran mengalami kenaikan harga.

“Cabe nih hari ini Rp16.000 se-ons, sekilonya sekitar 150-an lah ya. Banyak sih terong, semua hampir-hampir semua barang tuh naik. Terong hijau udah mencapai 4.300 per ons. Terong itu sama perenggi itu 35 sekilo, perenggi keriting ini jauh benar naiknya Bang. Iya mungkin karena cuaca kali ya, kemarau," Katanya.

Deni mengaku kenaikan harga justru membuat keuntungan pedagang semakin terbatas. Menurutnya semakin tinggi harga barang semakin kecil keuntungan yang bisa diambil karena daya beli masyarakat juga ikut terdampak. Ia juga mengaku tidak tega mengambil keuntungan terlalu besar karena kasihan kepada pembeli yang harus membayar lebih mahal.

Sementara itu salah seorang warga Pal 4 Sengkuang Sintang Titin mengatakan kenaikan harga kebutuhan sehari-hari tidak sebanding dengan pendapatan masyarakat. Menurutnya kondisi tersebut membuat pengeluaran semakin besar sementara penghasilan tidak mengalami kenaikan.

“Iya barang-barang naik semua. Gaji kita tidak naik. Yang jelas perekonomian kita makin menurun kalau seperti ini gitu kan, tidak sesuai. Harga di pasaran dengan apa kebutuhan kita sehari-hari justru lebih meningkat, harganya lebih mahal gitu kan. Sementara pendapatan lain-lain kita, segala gaji dan segala macam tidak ada yang naik sama sekali," Ucapnya.

Titin menambahkan salah satu komoditas yang paling dirasakan kenaikannya adalah cabai yang kini berkisar Rp160.000 hingga Rp180.000 per kilogram tergantung lokasi pembelian. Selain itu harga timun yang sebelumnya relatif murah kini disebut telah mencapai sekitar Rp30.000 per kilogram.

“Pertama mungkin cabai ya. Cabai dari dulu kan harganya enggak sampai Rp100.000, sekarang sudah Rp180.000, Rp160.000 sekilonya gitu. Timun lagi kan, timun yang dulu mungkin harga timun tidak ada harganya, sekarang harga timun sudah mencapai Rp30.000," Katanya.

Kondisi tersebut membuat Titin mulai menghemat pengeluaran agar kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi. Ia berharap kondisi cuaca dan harga komoditas segera kembali normal sehingga beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan dapat berkurang. (RMD)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....