Ekskavator Kecil Kelola Lahan Pertanian Hindari Karhutla

  • 17 Sep 2026 10:20 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Pemerintah Kabupaten Sintang tengah mematangkan realisasi pengadaan alat berat melalui program satu kecamatan satu ekskavator. Rencana strategis untuk memodernisasi sektor pertanian dan menekan kebiasaan membuka lahan dengan cara dibakar.

Berdasarkan rencana awal, pemerintah menganggarkan ekskavator jenis kecil untuk 14 kecamatan yang difokuskan pada pengolahan lahan. Namun, terdapat pengecualian khusus untuk dua kecamatan di wilayah pedalaman.

"Pengadaan itu awal mula kan kita coba untuk menganggarkan satu kecamatan satu ekskavator. Itu ekskavator jenis kecil supaya kita mengurangi pola pertanian dengan cara membakar. Tapi secara khusus untuk Kecamatan Serawai dan Ambalau, ada masukan dari teman-teman di DPRD bahwa itu bukan yang kecil, tapi yang besar karena memang masih prioritas di sana untuk perbaikan akses jalan," ungkap Florensus Ronny saat memberikan keterangan.

Terkait sistem operasionalnya, Wakil Bupati Sintang memastikan belasan alat berat tersebut tidak akan diserahkan secara langsung kepada masing-masing kelompok tani. Seluruh unit akan dikelola secara terpusat oleh wadah khusus.

"Terkait dengan tata pengelolaannya, ini tidak kita langsung serahkan ke kelompok-kelompok tani, tapi akan dikelola oleh yang namanya Brigade Alsintan," tegasnya.

Nantinya, Brigade Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) ini ditargetkan untuk membentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) di setiap kecamatan yang akan mengakomodasi seluruh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).

Sebagai perbandingan efisiensi, jika alat diserahkan hanya kepada satu kelompok tani, ekskavator berpotensi hanya menggarap 25 hingga 50 hektar lahan saja. Padahal, kapasitas satu unit mampu menggarap hingga 100 hektar atau lebih dalam satu tahun.

Ke depannya, manajemen satu pintu melalui Brigade Alsintan ini tidak hanya menampung ekskavator bersumber APBD, tetapi juga akan mengelola seluruh bantuan alat pertanian dari provinsi, kementerian, hingga program Tani Merdeka Indonesia. (Arf)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....