Sintang Catat 26 Kasus Perempuan dan Anak, Pendampingan Psikologis Jadi Prioritas
- 15 Sep 2026 19:56 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang – Pendampingan terhadap anak menjadi salah satu perhatian penting dalam penanganan kasus perempuan dan anak di Kabupaten Sintang.
Sepanjang tahun 2026 hingga hari ini, tercatat sebanyak 26 kasus yang mendapatkan pendampingan. Kasus tersebut tidak hanya berkaitan dengan kekerasan terhadap anak, tetapi juga persoalan keluarga yang turut memberikan dampak terhadap kehidupan dan kondisi psikologis anak.
Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sintang Edy Harmaini mengatakan dalam sejumlah kasus, persoalan yang dialami perempuan juga berdampak langsung kepada anak. Salah satunya adalah perceraian orang tua maupun perebutan hak asuh anak. Kondisi tersebut dapat membuat anak kehilangan pegangan dalam keluarga dan berpengaruh terhadap perkembangan psikologis, pendidikan, serta kehidupan sosialnya.
“Karena itu, anak yang terdampak persoalan keluarga juga dinilai membutuhkan pendampingan dari psikolog,” kata Edy Harmaini, Selasa, 15 September 2026.
Dikatakan Edy Pendampingan dilakukan untuk membantu anak menghadapi situasi sulit yang dialaminya. Ketika orang tua berpisah, misalnya, anak dapat mengalami tekanan karena kehilangan keutuhan keluarga, perubahan pola pengasuhan, maupun persoalan hak asuh. Kondisi tersebut perlu ditangani agar dampaknya tidak semakin besar terhadap perkembangan anak.
Namun, jumlah 26 kasus tersebut belum tentu menggambarkan keseluruhan kasus yang terjadi di masyarakat. Masih terdapat kasus yang tidak dilaporkan karena korban maupun keluarga merasa malu atau memilih untuk diam. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dalam upaya perlindungan anak, sehingga masyarakat diharapkan tidak ragu melaporkan apabila menemukan kasus kekerasan atau persoalan lain yang mengancam kepentingan anak.
Untuk memastikan korban mendapatkan penanganan, pihak terkait juga melakukan upaya jemput bola dengan mendatangi atau menjemput korban ke rumah untuk mendapatkan pendampingan.
Langkah tersebut dilakukan agar anak tidak dibiarkan menghadapi persoalannya seorang diri. Pendampingan psikologis diharapkan dapat membantu anak melewati kondisi traumatis dan kembali menjalani kehidupan, pendidikan, serta pergaulan secara lebih baik. (Tin)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....