Mabes TNI Ajak Siswa SMPN 1 Ambalau Cegah Karhutla
- 09 Sep 2026 14:38 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang — Menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia sekolah menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Hal tersebut dilakukan Tim Sosialisasi dan Penyuluhan Pencegahan Karhutla dari Markas Besar (Mabes) TNI dengan menggelar edukasi lingkungan bersama siswa SMPN 1 Ambalau di Nanga Kemangai, Selasa, 8 September 2026.
Tim yang dipimpin Kolonel Adm Sutikno, bersama anggota Letkol (K) Tri Wiyono dan Kapten Inf Nanang Cahyo, mengajak para siswa memahami pentingnya menjaga kelestarian alam sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap bahaya Karhutla sejak dini.
Dalam pemaparannya, Tim Mabes TNI menekankan kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
"Keseimbangan antara manusia, alam, flora, dan fauna harus terus dijaga agar dapat memberikan manfaat bagi kehidupan, baik saat ini maupun bagi generasi mendatang," ujarnya.
Kolonel Adm Sutikno mengatakan para siswa juga diberikan pemahaman mengenai dampak Karhutla yang tidak hanya mengancam kesehatan manusia melalui asap dan polusi udara, tetapi juga dapat merusak hutan, habitat satwa, serta mengancam keanekaragaman hayati.
Tim penyuluh Mabes TNI menyampaikan para pelajar memiliki peran penting sebagai agen perubahan.
"Kepedulian yang tumbuh di lingkungan sekolah diharapkan dapat dibawa ke lingkungan keluarga dan masyarakat," katanya.
Dengan cara sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan, menjaga lingkungan sekitar dan tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan, para siswa dapat ikut mengambil bagian dalam upaya menjaga alam.
Pihak SMPN 1 Ambalau menyambut positif kegiatan tersebut. Selain memperoleh pengetahuan tentang pencegahan Karhutla, para siswa juga diberikan ruang untuk berdiskusi secara interaktif mengenai berbagai langkah sederhana yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga hutan dan lingkungan.
Melalui edukasi yang menyentuh generasi muda ini, diharapkan kesadaran menjaga alam tidak berhenti di ruang kelas, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan diteruskan kepada lingkungan sekitarnya. (ril/Sta)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....