Panas Ekstrem dan Kabut Asap Ancam Kesehatan, Dinkes Sintang Imbau Warga Waspada
- 01 Sep 2026 11:45 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Kombinasi cuaca panas ekstrem dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dehidrasi, hingga diare.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, dr. Haryono Linoh, M.HKes, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan sejumlah langkah perlindungan diri, terutama ketika kualitas udara memburuk.
“Langkah proteksi diri yang pertama dan terutama adalah menghindari aktivitas di luar ruangan. Kita membatasi kegiatan fisik di luar ruangan saat indeks kualitas udara memburuk,” ujar Haryono, Selasa 1 September 2026.
Ia mengatakan, masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar rumah dianjurkan selalu menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap dan partikel berbahaya yang dapat masuk ke saluran pernapasan. Selain itu, penggunaan kacamata pelindung juga diperlukan untuk menjaga kesehatan mata dari paparan asap, debu, dan sinar matahari.
“Yang kedua, gunakan masker. Selalu pakai masker jika terpaksa keluar rumah,” katanya.
Untuk menjaga kualitas udara di dalam rumah, Haryono mengimbau masyarakat menutup rapat pintu, jendela, dan ventilasi guna mencegah kabut asap masuk. Jika tersedia, penyaring udara dapat digunakan untuk membantu membersihkan sirkulasi udara di dalam ruangan.
“Kita melakukan isolasi udara dalam rumah. Jadi, kita menutup rapat pintu, jendela, dan ventilasi untuk mencegah kabut asap masuk. Gunakan penyaring udara untuk membersihkan sirkulasi udara di dalam ruangan,” ungkapnya.
Di tengah kondisi cuaca panas, masyarakat juga perlu memperhatikan kecukupan cairan dan menjaga suhu tubuh. Haryono menganjurkan masyarakat memperbanyak minum air putih untuk menjaga kelembapan saluran pernapasan sekaligus mencegah dehidrasi.
“Kita juga harus memperhatikan cairan dan suhu tubuh. Jadi, harus memperbanyak minum air putih untuk tetap menjaga kelembapan saluran napas dan mencegah dehidrasi,” tuturnya. Masyarakat juga diminta membatasi konsumsi kopi, teh pekat, minuman berenergi, alkohol, serta minuman yang terlalu manis.
Untuk mengurangi dampak paparan panas, masyarakat disarankan mengenakan pakaian yang longgar, berbahan ringan, dan berwarna cerah. Aktivitas di bawah terik matahari juga sebaiknya dikurangi, terutama pada periode paling panas.
“Gunakan pakaian yang longgar, berbahan ringan, dan berwarna cerah agar tidak menyerap panas matahari. Hindari jam terik matahari sebisa mungkin, berteduh, dan kurangi paparan langsung antara pukul 11.00 hingga pukul 15.00,” kata Haryono.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memberikan perhatian lebih kepada kelompok rentan, seperti bayi dan balita, ibu hamil, lanjut usia (lansia), penderita asma, serta penderita penyakit jantung. Kelompok tersebut membutuhkan pengawasan ekstra selama kondisi panas ekstrem dan kabut asap.
“Untuk kelompok yang rentan, kita harus memantau kelompok risiko tinggi. Kita memberikan pengawasan ekstra kepada bayi, balita, ibu hamil, lansia, penderita asma, dan juga penderita jantung,” ujarnya.
Haryono meminta masyarakat tidak mengabaikan gejala gangguan kesehatan yang muncul akibat paparan panas dan kabut asap. Gejala yang perlu diwaspadai antara lain batuk terus-menerus, sesak napas, nyeri dada, iritasi mata yang hebat, maupun pusing.
“Kita waspada juga terhadap gejala-gejala penyakit seperti batuk yang terus-menerus, sesak napas, nyeri dada, iritasi mata yang hebat, atau pusing,” tegasnya.
Jika mengalami keluhan kesehatan yang mengganggu, masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat atau puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis sedini mungkin.
“Jika Anda atau keluarga mengalami keluhan kesehatan yang mengganggu, segera ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat atau puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis secara dini,” pungkas Haryono.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....