Mirza Rafi Navazani Ceritakan Pengalaman sebagai Paskibraka Nasional

  • 26 Agt 2026 19:42 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang – Menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional 2026 menjadi pengalaman berharga bagi Mirza Rafi Navazani, pelajar SMA Negeri 1 Sintang.

Hal tersebut disampaikan Rafi saat kegiatan penyambutan oleh Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala di Pendopo Bupati Sintang, Rabu, 26 Agustus 2026.

Selama 40 hari berada di Jakarta, Rafi tidak hanya menjalani latihan intensif, tetapi juga mengikuti berbagai kegiatan pembelajaran dan kunjungan.

Rafi menceritakan, selama berada di Jakarta, dirinya bersama anggota Paskibraka Nasional lainnya menjalani rangkaian kegiatan yang padat. Selain latihan, mereka mendapatkan kesempatan mengikuti kegiatan pembelajaran serta mengunjungi Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Menurut Rafi, salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah bertemu dengan pelajar dari berbagai daerah di Indonesia. Ia mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru karena harus berinteraksi dengan teman-teman yang berasal dari Sabang hingga Merauke dengan latar belakang dan karakter yang beragam.

“Saya senang karena bisa bertemu dengan teman-teman dari Sabang sampai Merauke dengan latar belakang dan sifat yang berbeda-beda. Dari kegiatan tersebut wawasan dan rasa nasionalisme saya menjadi semakin meningkat,” katanya.

Selain mendapatkan pengalaman dalam berinteraksi dengan pelajar dari berbagai daerah, Rafi juga menjalani latihan tempo dan baris-berbaris sebagai persiapan menjalankan tugas kenegaraan.

Ia mengungkapkan, latihan tersebut berlangsung selama kurang lebih dua minggu dengan intensitas yang cukup tinggi. Proses latihan menjadi bagian penting untuk membangun kekompakan, ketepatan gerakan, serta kesiapan seluruh anggota Paskibraka.

“Kami latihan untuk tempo itu hampir 2 minggu, karena dari setiap provinsi itu berbeda-beda pembekalan dalam baris berbarisnya, sehingga cukup lama kami penyesuaian dan Alhamdulillahnya Sintang, anak Kalimantan Barat, yakni saya sendiri bisa terpilih menjadi pasukan 8 dan menjadi Petugas Pembentang sore dan itu salah satu kebanggaan juga,” ujarnya.

Pengalaman lain yang tidak terlupakan bagi Rafi adalah kesempatan melihat secara langsung Bendera Merah Putih yang dijahit oleh Ibu Fatmawati. Momen tersebut menjadi pengalaman yang semakin memperkuat rasa bangga dan nasionalismenya sebagai putra daerah yang dipercaya menjadi bagian dari Paskibraka Nasional.

Dalam pelaksanaan tugas, Rafi mendapat kepercayaan sebagai pembentang Bendera Merah Putih. Kepercayaan tersebut menjadi tanggung jawab besar yang berusaha dijalankannya dengan sebaik mungkin.

"Saya bisa melihat sang merah putih, bendera pertama yang dijahit oleh Ibu Fatmawati di dalam ruangan Istana Merdeka. Kemudian saya yang melipat bendera duplikat untuk pengibaran saat 17 Agustus dan saat itu saya merasakan haru, sangat bangga," kata Rafi.

Rafi mengatakan kepercayaan yang diberikan pelatih selama proses latihan hingga pelaksanaan tugas menjadi salah satu hal yang membuatnya semakin percaya diri dalam menjalankan amanah tersebut.

"Pelatih sangat mempercayai saya, pelatih memberikan arahan kepada saya dan dari kepercayaan itu saya harus tampilkan yang terbaik. Dan pelatih mempercayai saya untuk bertugas di upacara sore karena pelatih tahu kalau saya itu tenang dalam memegang bendera," ujarnya.

Pengalaman di Jakarta menjadi bekal berharga bagi Rafi, tidak hanya dalam hal kedisiplinan dan keterampilan, tetapi juga dalam memperluas wawasan serta memperkuat semangat kebangsaan setelah bertemu dan belajar bersama generasi muda dari seluruh Indonesia. (Sta)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....