Umat Paroki MRSA Sintang Terima Sakramen Krisma

  • 26 Agt 2026 12:54 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Sebanyak 123 umat menerima Sakramen Krisma atau Sakramen Penguatan dalam Misa di Paroki Maria Ratu Semesta Alam (MRSA) Sungai Durian, Sintang, pada Minggu, 23 Agustus 2026.

Sakramen Krisma merupakan tanda penerimaan curahan Roh Kudus melalui pengurapan minyak suci di dahi dan penumpangan tangan. Sakramen tersebut menjadi bagian penting dalam penguatan iman umat Katolik.

Misa perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-47 Paroki Maria Ratu Semesta Alam sekaligus dirangkai dengan penerimaan Sakramen Krisma dipimpin langsung oleh Uskup Sintang, Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM.Cap.

Dalam homilinya, Mgr. Samuel mengajak umat merefleksikan pengakuan iman Petrus yang menyatakan Yesus adalah Mesias. Menurutnya, pengakuan iman tersebut lahir dari pengalaman hidup dan penghayatan spiritual.

Ia mengatakan, setiap umat beriman perlu menemukan sendiri siapa Yesus dalam kehidupan pribadi. Pemaknaan tersebut dapat berbeda bagi setiap orang sesuai pengalaman iman yang dijalani.

"Kristus itu siapa? Dia yang mencurahkan roh-Nya supaya saya hidup. Dia yang selalu menemani saya, mendampingi saya, mengingatkan saya agar tidak terjatuh ke dalam hal-hal buruk. yang memungkinkan saya untuk dengan setia menghidupi iman. Kendati barangkali tidak selalu gampang," ujar Mgr. Samuel.

Ia menjelaskan, penerimaan Sakramen Krisma juga menjadi panggilan bagi umat untuk membawa damai Kristus di mana pun berada. Umat diajak tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi tetap menunjukkan kasih melalui perbuatan baik.

"Nah, itulah peran Yesus, peran Tuhan dalam kehidupan kita. Dan lebih dari itu bagi mereka yang menerima Krisma sebagaimana nanti disimbolkan pada saat menerimanya ketika bapak uskup setelah mengurapi kalian dengan mengatakan terimalah Tanda karunia Roh Kudus melalui menampar Pipi kalian lalu mengucapkan damai Kristus," kata Mgr. Samuel.

"Apa artinya? Bahwa kalian membawa damai ke mana saja kalian pergi? kendati pengalaman di Tampar itu mungkin berulang kali kita alami. Pengalaman pahit, pengalaman ditolak, pengalaman tidak dihiraukan dan lain sebagainya. Tetapi ke mana pun kita pergi, kita mau membawa damai. Sebab Cinta kasih antara lain adalah membawa damai. Tidak membalas yang jahat dengan yang jahat, tetapi kendati orang berbuat jahat, kita mau berbuat baik kepada mereka. Itulah ungkapan kasih yang paling mendasar dan syariah," katanya.

Mgr. Samuel menambahkan, para penerima Krisma diharapkan semakin berani menghidupi iman Katolik dalam kehidupan sehari-hari.

"Nah, bagi mereka siapa Yesus? Yesus adalah juru selamat yang selalu mau mengiringi mereka dalam kehidupan sehari-hari dan memberanikan mereka untuk mengatakan selalu iya kepada iman Katolik sampai mati. Bukan setengah-setengah," tegasnya.

Lebih lanjut, Mgr. Samuel menegaskan bahwa kehadiran Tuhan tidak hanya dirasakan ketika umat berada di dalam gereja. Tuhan hadir dan menyertai manusia di setiap tempat dan waktu.

"Saya mau mengatakan dan menegaskan di mana saja kita berada, Tuhan hadir. Tuhan menyertai kita, menyelamatkan kita. Oleh karena itu, pantas kita mensyukuri segala yang baik yang boleh kita alami dari Tuhan," tutup Mgr. Samuel.

Melalui Sakramen Krisma, 123 umat tersebut diharapkan semakin dewasa dalam iman, setia menjalankan ajaran Kristus, serta mampu menjadi pembawa damai dan kasih bagi keluarga maupun masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....