Perlu Peran Generasi Muda Aktif Kawal Demokrasi
- 26 Agt 2026 12:58 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Satuan Karya Pramuka (Saka) Adhyasta Pemilu Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Sintang diharapkan menjadi wadah kaderisasi generasi muda dalam memahami demokrasi dan pengawasan pemilu.
Hal tersebut disampaikan Ketua Saka Adhyasta Pemilu Kwarcab Sintang, Stefanus Kardi, saat pelantikan Majelis Pembimbing dan Pengurus Saka Adhyasta Pemilu Kwarcab Gerakan Pramuka Sintang masa bakti 2026–2031 di Sekretariat Bawaslu Sintang, Senin, 24 Agustus 2026.
Stefanus Kardi, mengatakan Saka Adhyasta Pemilu merupakan salah satu instrumen strategis Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dalam membangun pengawasan partisipatif hingga ke tingkat akar rumput. Ia menegaskan, keberadaan Saka Adhyasta Pemilu harus diarahkan pada pembinaan generasi muda agar memahami demokrasi dan memiliki kepedulian terhadap pengawasan pemilu.
“Kita tidak hanya melantik sebuah pembimbing atau pengurus Saka Adhyasta Pemilu, namun kita sedang memperkuat salah satu instrumen strategis Bawaslu dalam membangun pengawasan partisipatif di akar rumput,” ujarnya.
Menurutnya, Saka Adhyasta Pemilu tidak akan memberikan dampak jika hanya dijalankan sebagai kegiatan seremonial. Karena itu, pembinaan harus dilakukan secara berkelanjutan agar melahirkan kader muda yang memahami demokrasi dan antiterhadap pelanggaran pemilu.
“Sebagai pembimbing Saka Adhyasta Pemilu, tanggung jawab kita adalah memastikan ke depannya kader-kader muda yang kita bina akan tumbuh menjadi generasi yang paham demokrasi dan anti terhadap pelanggaran pemilu,” katanya.
Ia juga menyampaikan tiga komitmen yang perlu dijalankan para pembimbing dan pengurus, yakni konsistensi, integritas, dan kolaborasi. Konsistensi diperlukan agar kegiatan Saka menjadi program rutin, sementara integritas menjadi teladan bagi anggota Pramuka.
Stefanus menambahkan, kolaborasi antara Bawaslu dan Kwarcab Sintang perlu diperkuat agar edukasi pengawasan pemilu dapat menjangkau masyarakat lebih luas. Terlebih, tantangan pemilu ke depan semakin kompleks, seperti politik uang dan persoalan netralitas aparatur sipil negara.
Ia berharap pelantikan tersebut menjadi awal dari kerja nyata dalam membangun pengawasan pemilu yang partisipatif sekaligus membentuk generasi muda yang berintegritas dan memahami nilai-nilai demokrasi. (din)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....