Petani Jeruk Sintang Kembangkan Hasil Pertanian
- 25 Agt 2026 09:13 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang – Perkebunan jeruk sambal menjadi salah satu potensi pertanian yang terus dikembangkan oleh masyarakat. Seorang petani jeruk sambal di area tugu Jam Sintang, Sudewo yang biasa disapa Atet mengelola lahan seluas lebih dari empat hektare, hampir mencapai lima hektare.
Selain jeruk sambal, lahan tersebut juga ditanami pepaya. Usaha perkebunan ini telah dijalankan selama bertahun-tahun dan menjadi salah satu sumber penghidupan bagi keluarga.
Dalam pengelolaannya, jeruk sambal memiliki potensi panen yang cukup menjanjikan. Menurut Atet, tanaman jeruk sambal dapat dipanen hampir setiap hari selama tersedia tenaga untuk melakukan pemanenan. Dengan dua orang pekerja, hasil panen dapat mencapai sekitar 200 kilogram dalam sekali panen. Siklus panen juga terus berulang sehingga produksi dapat kembali tersedia dalam waktu sekitar satu bulan.
Hasil panen jeruk sambal kemudian dipasarkan ke sejumlah wilayah dan menyesuaikan dengan permintaan pasar. Harga jeruk sambal saat ini berada di kisaran tiga belas ribu rupiah per kilogram. Pemasaran dilakukan ke beberapa pasar, di antaranya Masuka Sintang, Area Tugu BI, sampai ke Kabupaten Melawi.
“Kondisi tersebut menunjukkan bahwa komoditas jeruk sambal memiliki peluang pasar yang cukup luas dan dapat menjadi sumber pendapatan bagi petani sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi di daerah,” kata Atet, Senin, 24 Agustus 2026.
Namun, usaha perkebunan tidak terlepas dari berbagai tantangan. Serangan hama menjadi salah satu persoalan yang harus dihadapi petani, sementara biaya perawatan dapat mencapai 6 juta sampai dengan 7 juta rupiah per bulan. Jika kebutuhan pupuk diperhitungkan, biaya yang dikeluarkan bahkan dapat mencapai sekitar 20 juta rupiah.
Meski demikian, ketersediaan pupuk saat ini dinilai lebih mudah karena semakin banyak merek dagang yang tersedia di pasaran. Pengalaman gagal panen pun pernah dialami, tetapi tidak menyurutkan semangat petani untuk terus bertahan.
Dalam mengelola kebun, petani juga dibantu empat orang pekerja, Dengan luas lahan lebih dari empat hektare dan komoditas jeruk sambal serta pepaya yang terus dikembangkan, perkebunan ini menjadi gambaran bahwa sektor pertanian memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi daerah. Dukungan terhadap petani, pengendalian hama, serta penguatan akses pasar dapat semakin meningkatkan produktivitas dan nilai ekonomi hasil perkebunan masyarakat. (Tin)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....