Dosa Tersembunyi Perlahan Mengikis Pahala
- 25 Agt 2026 15:53 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID., Sintang-Dosa yang tidak terlihat namun perlahan menghancurkan pahala menjadi tema Mutiara Pagi di PRO1 RRI Sintang, Senin, 24 Agustus 2026. Kajian yang berlangsung pukul 05.10-06.00 WIB tersebut menghadirkan Ustadz Suryadin, S. Pd untuk mengajak pendengar melakukan introspeksi terhadap niat dan kondisi hati dalam beramal.
“Kadang manusia melihat apa yang tampak, sedangkan Allah melihat hati. Saat manusia melihat kita membantu, Allah melihat untuk siapa kita membantu,” ujar Ustadz Suryadin saat menyampaikan kajian. Ia mengingatkan bahwa manusia cenderung menilai sesuatu berdasarkan apa yang terlihat, sementara Allah SWT mengetahui isi hati setiap hamba.
Ustadz Suryadin kemudian mengisahkan hadis Rasulullah ﷺ tentang tiga golongan yang secara lahiriah memiliki amal besar, yakni orang yang gugur di jalan Allah, orang berilmu yang belajar serta mengajarkan Al-Qur'an, dan orang yang gemar bersedekah. Dalam hadis riwayat Imam Muslim, ketiganya justru menjadi golongan pertama yang diadili karena amal tersebut dilakukan bukan semata-mata untuk mencari keridaan Allah.
Orang yang gugur di jalan Allah disebut berperang agar dikenal sebagai pemberani, sementara orang berilmu dan pembaca Al-Qur'an beramal agar disebut alim atau qari. Adapun orang yang gemar bersedekah melakukannya supaya dikenal sebagai sosok dermawan, sehingga amal yang tampak besar menjadi tidak bernilai karena tercampur riya.
Menurut Ustadz Suryadin, penyakit hati seperti riya dan kesombongan dapat mengotori amal yang telah dilakukan. Karena itu, seseorang perlu berhati-hati agar kebaikan yang dikerjakannya tidak perlahan terkikis oleh keinginan mendapatkan pengakuan atau merasa lebih tinggi dari orang lain.
Ia menegaskan bahwa memiliki pakaian bagus, rumah yang nyaman, kendaraan yang baik, atau rezeki yang lebih bukanlah kesalahan. Yang perlu diwaspadai adalah ketika nikmat tersebut melahirkan kesombongan, seperti merasa paling kaya, paling hebat, paling baik, atau paling saleh dibandingkan orang lain.
Selain riya dan sombong, dengki juga menjadi penyakit hati yang harus dihindari karena dapat mendorong seseorang tidak senang melihat kebahagiaan orang lain. Keinginan agar orang lain gagal, terpuruk, atau berada di bawah dirinya menunjukkan adanya persoalan dalam hati yang perlu segera dibenahi.
Ustadz Suryadin mengajak umat untuk memiliki amalan khusus yang hanya diketahui dirinya dan Allah SWT sebagai bentuk menjaga keikhlasan. Ia juga mengingatkan agar pujian manusia tidak membuat seseorang terlena, melainkan dijadikan bahan untuk kembali memeriksa niat dan memperbaiki diri.
Ketika hati mulai dipenuhi penyakit, umat dianjurkan segera membersihkannya dan meluruskan kembali niat karena Allah SWT. Pertanyaan penting yang perlu terus direnungkan adalah apakah setiap amal benar-benar dilakukan dengan ikhlas dan untuk siapa seluruh kebaikan tersebut dikerjakan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....