BPBD Diminta Perkuat Koordinasi Penanganan Bencana di Sintang
- 23 Agt 2026 14:14 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID. Sintang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Pemerintah, hingga masyarakat diminta memahami peran masing-masing agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.
Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Bupati Sintang Bidang Perekonomian, Pembangunan dan Keuangan, Helmi, saat menghadiri Pembukaan Sekolah Lapang Gempa Bumi Kabupaten Sintang Tahun 2026 yang digelar Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II di Hotel Bagoes, Kamis 20 Agustus 2026.
Helmi mengatakan, BPBD memiliki peran penting dalam memastikan informasi kebencanaan dapat dipahami dan menjadi dasar dalam mengoordinasikan langkah penanganan. Menurutnya, kesiapan petugas dan kecepatan dalam merespons kondisi darurat menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko serta dampak bencana.
“BPBD harus memahami informasi kebencanaan dan mampu mengoordinasikan penanganan. TNI dan Polri harus siap bergerak cepat ketika masyarakat membutuhkan pertolongan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat keamanan. Satuan pendidikan dan masyarakat juga perlu memiliki pengetahuan mengenai langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah gempa bumi terjadi.
“Sekolah harus menjadi tempat yang aman sekaligus pusat edukasi kebencanaan bagi anak-anak. Masyarakat harus mengetahui apa yang harus dilakukan sebelum, saat dan setelah gempa," katanya.
Melalui Sekolah Lapang Gempa Bumi, Pemkab Sintang berharap pemahaman mengenai kebencanaan semakin kuat di berbagai lapisan masyarakat. Edukasi dan koordinasi yang baik dinilai penting agar masyarakat lebih siap menghadapi gempa serta mampu mengambil tindakan yang tepat tanpa menimbulkan kepanikan. (din)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....