Tingkatkan Mitigasi Bencana, Sintang Adakan Sekolah Lapang Gempa

  • 23 Agt 2026 14:32 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Dalam upaya meningkatkan pemahaman mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman bencana alam, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama stakeholder terkait menggelar kegiatan Sekolah Lapang Gempa Bumi (SLG) Tahun 2026 di Hotel Bagoes Sintang, Kamis, 20 Agustus 2026.

Wakil DPRD Sintang, Yohanes Rumpak, saat memberikan keterangan dalam jumpa pers seusai acara tersebut menyampaikan bahwa edukasi ini sangat penting. Menurutnya, masyarakat Sintang selama ini masih sangat awam mengenai ilmu pengetahuan kegempaan, padahal potensi ancaman gempa di wilayah tersebut adalah sebuah realitas yang harus diwaspadai.

Berdasarkan data yang ada, Yohanes Rumpak memaparkan bahwa sepanjang tahun 2026 telah terjadi puluhan kali gempa di wilayah Sintang.

"Jujur, kita di Kabupaten Sintang sangat awam dengan ilmu pengetahuan tentang gempa. Potensi di Sintang ini ada, 2026 ada 39 terjadi gempa dan empat di antaranya dirasakan oleh masyarakat dengan kedalaman 10 kilometer. Itu artinya memang kita punya potensi pecahan dari sebelah selatannya Melawi, sebelah utaranya ke Ketungau," ungkap Yohanes Rumpak kepada awak media.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa fenomena patahan tersebut bisa saja berkembang lebih dahsyat di kemudian hari. Oleh karena itu, penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan mitigasi bencana harus dimiliki masyarakat sejak dini agar tidak menjadi korban akibat ketidaksiapan.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Tim Geofisika BMKG Wilayah II, Sutiyono, yang turut hadir dalam jumpa pers, menekankan pentingnya keberlanjutan dari edukasi mitigasi. Berkaca dari musibah gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), kurangnya edukasi kesiapsiagaan menjadi salah satu faktor tingginya angka korban jiwa saat bencana terjadi.

"Harapan kami tentunya ini tidak berhenti di sini. Jadi nanti mungkin dari Forkopimda bisa mengadakan kegiatan-kegiatan serupa yang sifatnya kontinu. Tiga bulan sekali, sebulan sekali, atau jangan sampai kosong sama sekali karena itu akan membikin masyarakat lebih siap," harap Sutiyono.

Melalui Sekolah Lapang Gempa Bumi yang diselenggarakan di Hotel Bagoes Sintang ini, diharapkan tidak hanya kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat yang meningkat. Namun, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong Pemerintah Kabupaten Sintang untuk terus menganggarkan program mitigasi bencana secara berkelanjutan demi keselamatan bersama. (Arf)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....