BMKG Sintang: Potensi Hujan Seminggu Kedepan Rendah
- 12 Agt 2026 08:11 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang – Potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sintang dan Sekadau dalam satu pekan ke depan perlu mendapat perhatian serius. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sintang memprakirakan kondisi wilayah tersebut berada pada kategori sangat mudah terjadi kebakaran hutan dan lahan.
Prakirawan BMKG Sintang, Annisa Nazmi, mengatakan kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai masyarakat, khususnya dalam melakukan aktivitas yang berpotensi memicu munculnya api.
“Potensi terjadi kebakaran hutan dan lahan dalam satu pekan ke depan secara umum berada pada kategori sangat mudah terjadi kebakaran hutan dan lahan,” ujar Annisa.
Menurutnya, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dengan menghindari berbagai aktivitas yang dapat menjadi pemicu kebakaran. Terlebih, kondisi curah hujan di wilayah dua kabupaten ini masih tergolong rendah sehingga api berpotensi lebih mudah menyebar apabila terjadi kebakaran di lahan maupun kawasan vegetasi yang kering.
“Kami imbau kepada masyarakat agar dapat menghindari aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” katanya.
Annisa menjelaskan, kondisi potensi karhutla tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa Sintang dan Sekadau telah memasuki kondisi kekeringan meteorologis. Berdasarkan peta peringatan dini kekeringan meteorologis dasarian pertama Juli 2026, belum terdapat peringatan kekeringan di wilayah yang menjadi perhatian BMKG.
Meski belum masuk dalam kategori peringatan kekeringan meteorologis, curah hujan yang masih rendah tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Kondisi tersebut dapat menyebabkan bahan-bahan yang mudah terbakar di permukaan lahan menjadi lebih kering dan meningkatkan risiko terjadinya kebakaran apabila terdapat sumber api.
Kewaspadaan terutama diperlukan terhadap aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar, pembakaran sampah, maupun aktivitas lain yang menggunakan api di sekitar kawasan hutan dan lahan.
BMKG juga mengingatkan agar masyarakat tidak menganggap kondisi tanpa peringatan kekeringan sebagai tanda bahwa risiko karhutla rendah. Potensi kebakaran tetap dapat meningkat ketika kondisi vegetasi dan permukaan lahan cukup kering, terutama apabila tidak diikuti curah hujan yang memadai.
Dengan kondisi potensi karhutla yang berada pada kategori sangat mudah terjadi dalam sepekan ke depan, masyarakat di Sintang dan Sekadau diharapkan berperan aktif mencegah munculnya titik api. Pencegahan dinilai penting dilakukan sejak awal untuk menghindari kebakaran meluas dan menimbulkan dampak terhadap lingkungan maupun aktivitas masyarakat.
Selain masyarakat, kewaspadaan juga menjadi perhatian bagi pihak terkait yang melakukan pemantauan wilayah rawan karhutla. Informasi mengenai kondisi cuaca dan potensi kebakaran dapat menjadi dasar untuk meningkatkan kesiapsiagaan apabila ditemukan titik panas maupun laporan kebakaran di lapangan.
BMKG menegaskan bahwa meskipun belum terdapat peringatan kekeringan meteorologis, kondisi curah hujan yang masih rendah perlu menjadi perhatian. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran secara sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran hutan dan lahan.
Kewaspadaan selama satu pekan ke depan menjadi penting untuk mencegah potensi karhutla berkembang menjadi kejadian yang lebih luas, terutama di tengah kondisi cuaca yang mendukung terjadinya kebakaran. (dby)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....