AKSI dan PRESTASI: Perjalanan Danesh Akhtaraufa Woldy Menjadi Stickmaster 2026

  • 11 Agt 2026 10:15 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Sebuah kegiatan ekstrakurikuler dapat menjadi ruang bagi pelajar untuk menemukan kemampuan yang sebelumnya tidak mereka sadari. Danesh Akhtaraufa Woldy, siswa kelas IX MTs Negeri 1 Sintang, mengalaminya melalui drum band. Dari ketertarikan melihat penampilan senior sejak awal masuk sekolah, ia kini dipercaya menjadi Stickmaster 2026.

Cerita tersebut disampaikan Danesh Akhtaraufa Woldy saat hadir dalam program Nongkrong Bareng Sidak (NBS) RRI Pro 2 Sintang, Senin (10/8/2026), yang disiarkan secara live melalui kanal YouTube RRI Sintang. Dalam perbincangan bertema Aksi dan Prestasi, Danesh membagikan pengalaman mengikuti kegiatan drum band, olahraga basket, hingga proses menjalankan tanggung jawab sebagai Stickmaster di Gita Bahana Dara Suti.

Ketertarikan Danesh terhadap kegiatan drum band bermula ketika mengikuti masa pengenalan sekolah. Ia melihat penampilan para senior dengan berbagai alat musik dan atraksi. Saat itu, sosok mayoret menjadi salah satu yang menarik perhatiannya. Awalnya Danesh justru tertarik memainkan bass drum, tetapi atas saran sang ibu, ia mencoba menekuni bagian mayoret.

Sejak kelas VII, Danesh mulai mengikuti latihan secara rutin. Ia tidak hanya mengandalkan latihan di sekolah, tetapi juga mempelajari gerakan secara mandiri melalui video. Kemampuan beradaptasi tersebut membuatnya dapat menguasai gerakan dasar dengan cepat hingga kemudian dipercaya membantu melatih teman-temannya.

"Jangan takut untuk mencoba dan keluarlah dari zona nyaman kalian. Awal-awalnya memang susah, tapi semakin kalian jalani itu semakin enak dan memang bisa mengubah hidup kalian," ujar Danesh.

Perjalanan menjadi Stickmaster tidak berhenti pada kemampuan memainkan tongkat. Danesh harus memahami ritme, memberikan kode kepada anggota, serta membantu memastikan lagu dan formasi drum band berjalan sesuai rencana. Persiapan dilakukan secara bertahap, mulai dari mempelajari lagu, menyusun formasi, menggabungkan keduanya, hingga menjalani gladi kotor dan gladi bersih.

Persiapan penampilan drum band juga membutuhkan waktu yang berbeda-beda. Untuk penampilan tertentu, latihan dapat dilakukan sekitar dua minggu. Sementara kegiatan atau perlombaan yang lebih besar membutuhkan persiapan hingga dua bulan agar seluruh anggota mampu menjalankan lagu dan formasi secara lebih matang.

Salah satu pengalaman penampilan yang paling berkesan bagi Danesh terjadi saat kegiatan Pramuka pada 2025. Ia tampil di hadapan ribuan orang bersama anggota drum band lainnya, termasuk sejumlah alumni. Tantangan semakin terasa ketika hujan membuat kondisi lapangan menjadi becek. Permukaan yang licin membuat gerakan dan atraksi tongkat membutuhkan konsentrasi lebih tinggi.

Pengalaman tampil di hadapan banyak orang juga membantu Danesh mengatasi rasa gugup. Ia mengaku pernah mengalami demam panggung dan takut melakukan kesalahan ketika menjadi pusat perhatian. Sebelum tampil, ia memilih berdoa dan mengatur pernapasan agar lebih tenang. Setelah berada di lapangan, fokusnya diarahkan pada tugas yang harus dilakukan.

Menjadi Stickmaster 2026 juga membuat Danesh belajar mengenai kepemimpinan dan kerja sama tim. Ia tidak hanya bertanggung jawab terhadap penampilannya sendiri, tetapi juga harus berkomunikasi dengan anggota lain agar setiap bagian dapat berjalan selaras.

Tantangan berikutnya muncul ketika Danesh memasuki kelas IX. Aktivitas drum band dan basket tetap berjalan, sementara tuntutan belajar, tugas sekolah, les, dan persiapan pendidikan lanjutan semakin banyak. Karena itu, kemampuan membagi waktu menjadi bagian penting dalam kesehariannya.

Bagi Danesh, aksi dan prestasi memiliki hubungan yang erat. Aksi merupakan sesuatu yang dilakukan untuk mencapai tujuan, sedangkan prestasi menjadi hasil dari proses dan usaha yang telah dilakukan.

"Kalau kalian mau mengedepankan masa depan, seperti mau mendaftarkan diri ke dokter atau mau lebih serius belajar, kalian lebih utamakan les atau bimbel yang untuk menyiapkan masa depan kalian," kata Danesh.

Pengalaman mengikuti kegiatan drum band membuat Danesh mendapatkan lebih dari sekadar kemampuan melakukan atraksi. Ia belajar tentang disiplin, keberanian tampil, kerja sama, kepemimpinan, serta bagaimana menentukan prioritas ketika berbagai aktivitas harus dijalankan bersamaan.

Kini, pengalaman sebagai Stickmaster 2026 menjadi salah satu bagian dari persiapan Danesh menuju cita-cita berikutnya. Setelah menyelesaikan pendidikan di MTs Negeri 1 Sintang, ia berharap dapat melanjutkan pendidikan ke SMA Taruna Nusantara di Magelang dan kemudian mengikuti pendidikan di Akademi Kepolisian.

Perjalanan Danesh memperlihatkan bahwa prestasi dapat tumbuh dari keberanian mencoba sesuatu yang baru. Apa yang awalnya hanya ketertarikan melihat penampilan senior berkembang menjadi kemampuan, pengalaman, hingga kepercayaan untuk memimpin sebuah tim.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....