Kualitas Udara Sintang Capai Level Sedang hingga Berbahaya

  • 07 Agt 2026 20:08 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Stasiun Meteorologi Kelas II Tebelian Sintang mengeluarkan peringatan resmi terkait penurunan kualitas udara di wilayah Sintang yang mencapai kategori sedang hingga berbahaya akibat polusi asap. Masyarakat diminta membatasi aktivitas di luar ruangan serta menggunakan masker saat harus bepergian.

Forecaster Stasiun Meteorologi Kelas II Tebelian Sintang, Anisa Nazmi Azahra, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan pada 6 Agustus 2026, kualitas udara di wilayah kerja Stasiun Meteorologi Kelas II Tebelian Sintang mengalami penurunan akibat kabut asap yang terjadi selama musim kemarau.

"Saya ingin menginformasikan terkait kualitas udara di wilayah Stasiun Meteorologi Tebelian Sintang yang mana sudah tercatat berada pada kategori sedang hingga berbahaya pada tanggal 6 Agustus 2026. Hal itu terkait karena ada kabut asap di wilayah Stasiun Meteorologi Tebelian Sintang," ujar Anisa

Ia mengingatkan paparan asap berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan. Karena itu, masyarakat diimbau tetap berada di dalam rumah apabila tidak memiliki keperluan mendesak.

Selain membatasi aktivitas di luar ruangan, masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan selama musim kemarau. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya sumber asap baru yang dapat memperburuk kualitas udara di Kabupaten Sintang.

"Kami menghimbau kepada masyarakat agar bisa mengurangi aktivitas di luar rumah. Kemudian juga ketika akan keluar rumah memakai masker dan juga mengurangi pembakaran lahan di masa-masa kekeringan saat ini," kata Anisa.

Stasiun Meteorologi Kelas II Tebelian Sintang akan terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan kualitas udara. Masyarakat dapat memperoleh informasi terbaru melalui akun Instagram BMKG_Sintang maupun siaran RRI Sintang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....