Ekspedisi AREI di Bukit Baka Bukit Raya Dinilai Mampu Dongkrak Promosi Wisata
- 07 Agt 2026 19:58 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang – Ekspedisi Komunitas Areingers Kalimantan Barat menuju Taman Nasional Bukit Bak Bikit Raya di Kabupaten Sintang diyakini tidak hanya memberikan manfaat bagi dunia pendakian, tetapi juga mampu mendorong promosi pariwisata dan menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.
Tim Ekspedisi Komunitas Areingers Kalimantan Barat, Eka Prasetya, mengatakan kegiatan Bakti Gunung yang mereka laksanakan melibatkan berbagai kalangan, termasuk influencer yang akan membantu memperkenalkan potensi wisata Taman Nasional Bukit Bak Bikit Raya kepada masyarakat luas.
"Kebetulan memang kawan-kawan ini saya jujur tidak mengenal mereka semua. Tapi perjalanan ini yang mengenalkan mereka semua ke saya. Seperti Nini dan Tegar, mereka ini influencer yang akan mempromosikan Sintang dan mempromosikan Bukit Raya. Ada juga rekan kami Anis dari Sambas yang merupakan seorang perawat sekaligus pendaki yang akan mendampingi selama perjalanan," ujarnya, Rabu, 5 Agustus 2026.
Menurut Eka, AREI selama ini memiliki berbagai program yang dapat disinergikan dengan pemerintah daerah, terutama yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan dan pengembangan destinasi wisata alam.
Salah satunya adalah program pemasangan pelang di jalur pendakian yang dapat membantu wisatawan maupun pendaki menemukan jalur dengan lebih mudah.
"Kalau teman-teman di Kabupaten Sintang memiliki destinasi wisata berupa bukit, kami siap membantu pemasangan pelang sebagai penunjuk jalur," katanya.
Eka menjelaskan, kegiatan pendakian sebenarnya memberikan dampak ekonomi yang cukup besar bagi daerah tujuan. Para pendaki membutuhkan transportasi, penginapan, logistik, pemandu, hingga berbagai kebutuhan lainnya yang secara langsung melibatkan masyarakat setempat.
Ia mengungkapkan, hanya untuk memberangkatkan tujuh orang peserta ekspedisi ke Taman Nasional Bukit Bak Bikit Raya beserta pengadaan pelang, Komunitas AREI telah mengeluarkan biaya sekitar Rp40 juta.
"Kami di AREI sudah menghabiskan sekitar Rp40 juta hanya untuk membiayai tujuh orang mengikuti ekspedisi ke Bukit Raya, termasuk pembuatan pelangnya. Memang mungkin tidak terlalu signifikan, tetapi harapannya tetap ada perputaran ekonomi bagi masyarakat daerah setempat," jelasnya.
Selain memberikan dampak ekonomi, kehadiran influencer dalam ekspedisi tersebut diharapkan mampu memperluas promosi Taman Nasional Bukit Bak Bikit Raya melalui media sosial sehingga semakin banyak wisatawan tertarik berkunjung ke Kabupaten Sintang.
Melalui kolaborasi antara komunitas pecinta alam, pemerintah daerah, dan masyarakat, kegiatan ekspedisi diharapkan menjadi salah satu strategi untuk memperkenalkan potensi wisata alam Kabupaten Sintang sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi lokal yang berkelanjutan. (Sta)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....