MTsN 1 Sintang Gelar Diskusi Tentang Pernikahan Dini
- 06 Agt 2026 17:06 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang – Organisasi Siswa Intra Madrasah danMajelis Perwakilan Kelas MTs Negeri 1 Sintang menggelar Diskusi Panel Sosialisasi Bimbingan Pra-Nikah Anak Usia Sekolah dengan mengusung tema "Hindari Pernikahan Dini, Raih Cita-Cita, Wujudkan Keluarga Terencana" Kamis, 6 Agustus 2026.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen madrasah dalam memberikan edukasi kepada peserta didik mengenai pentingnya mempersiapkan masa depan melalui pergaulan yang sehat, menjaga kesehatan reproduksi, serta mencegah terjadinya pernikahan anak usia dini atau anak usia sekolah.
Kegiatan yang berlangsung di aula MTs Negeri 1 Sintang ini menghadirkan tiga narasumber dari bidang yang berbeda sehingga memberikan pemahaman yang utuh kepada para peserta. Ketiga materi tersebut saling melengkapi, mulai dari pembentukan karakter remaja Islami, perlindungan anak dari pernikahan dini, hingga pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sebagai bekal menuju kehidupan berkeluarga yang berkualitas.
Kepala MTs Negeri 1 Sintang, Sutardi, dalam arahannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan karakter peserta didik agar mampu merencanakan masa depan dengan baik dan tidak terburu-buru memasuki jenjang pernikahan pada usia yang belum matang.
"Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan bekal kepada anak-anak agar memahami pentingnya menghindari pernikahan dini, fokus meraih cita-cita, serta mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu mewujudkan keluarga yang sakinah, berkualitas, dan terencana di masa depan. Kami berharap anak-anak MTs Negeri 1 Sintang dapat menjadi pelopor dan teladan bagi teman-temannya dalam menjaga diri serta menyebarkan nilai-nilai positif di lingkungan sekolah maupun masyarakat," kata Sutardi.
Sutardi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh narasumber yang telah meluangkan waktu untuk berbagi ilmu dan pengalaman.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh narasumber yang telah hadir memberikan edukasi kepada peserta didik kami. Semoga ilmu yang disampaikan menjadi amal jariyah dan memberikan manfaat yang besar bagi anak-anak MTs Negeri 1 Sintang dalam menjalani kehidupan remaja serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik," Ucapnya.
Materi pertama disampaikan oleh Sumyati, Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama Kabupaten Sintang, yang mengangkat tema Pergaulan Remaja Islami. Ia menjelaskan bahwa masa remaja merupakan fase yang penuh tantangan sehingga setiap remaja harus mampu menjaga akhlak, memilih lingkungan pergaulan yang baik, serta menjadikan ajaran Islam sebagai pedoman dalam berinteraksi.
“Pergaulan yang sehat dan sesuai syariat akan membentuk karakter yang kuat, menjaga kehormatan diri, serta menghindarkan remaja dari perilaku yang dapat merugikan masa depan, termasuk pergaulan bebas yang berpotensi menjadi salah satu penyebab terjadinya pernikahan dini,” Kata Sumyati.
Sementara itu Kepala Bidang Perlindungan dan Kesejahteraan Anak Dinas Keluarga Berencamna Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPKBP3A) Kabupaten Sintang Imelda Safarisa, memaparkan materi mengenai Pencegahan Pernikahan Anak Usia Dini. Ia menjelaskan bahwa pernikahan pada usia anak memiliki berbagai dampak, baik terhadap pendidikan, kesehatan, kondisi psikologis, maupun kesejahteraan keluarga di masa depan.
“Mari kita berani mengatakan tidak terhadap pernikahan dini serta memanfaatkan masa remaja sebagai waktu terbaik untuk belajar, mengembangkan potensi, dan meraih cita-cita setinggi mungkin. Ia juga menegaskan bahwa setiap anak memiliki hak untuk memperoleh pendidikan, perlindungan, dan kesempatan berkembang secara optimal sebelum memasuki kehidupan berkeluarga,” kata Imelda Safarisa.
Ngaisah Tri Rahayu, dosen STIKARA Kabupaten Sintang, menyampaikan materi mengenai Kesehatan Reproduksi. Ia menjelaskan pentingnya remaja memahami perubahan fisik dan psikologis selama masa pubertas, menjaga kebersihan organ reproduksi, menerapkan pola hidup sehat, serta membangun kesadaran untuk bertanggung jawab terhadap kesehatan diri.
“Pemahaman mengenai kesehatan reproduksi bukan hanya berkaitan dengan aspek biologis, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi yang sehat, matang secara fisik maupun mental, sehingga kelak mampu membangun keluarga yang harmonis, sehat, dan berkualitas,” Kata Tri Rahayu.
Ketiga materi yang disampaikan dalam diskusi panel tersebut saling berkaitan dan memberikan gambaran yang utuh kepada peserta didik. Pergaulan remaja Islami menjadi pondasi pembentukan karakter, pencegahan pernikahan dini menjadi upaya menjaga masa depan dan pendidikan, sedangkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi menjadi bekal penting dalam mempersiapkan kehidupan berkeluarga secara bertanggung jawab.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Sesi diskusi dan tanya jawab dimanfaatkan oleh siswa untuk menggali berbagai persoalan yang sering dihadapi remaja, mulai dari pergaulan, penggunaan media sosial, hingga cara menjaga diri dari pengaruh negatif lingkungan.
Melalui kegiatan ini, OSIM dan MPK MTs Negeri 1 Sintang berharap dapat menumbuhkan kesadaran seluruh peserta didik untuk menjadi generasi yang berakhlak mulia, sehat, berprestasi, mampu meraih cita-cita, serta menjadi agen perubahan dalam upaya pencegahan pernikahan dini demi terwujudnya keluarga Indonesia yang berkualitas, sejahtera, dan terencana. (Bsr/Tin)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....