YUBS Dukung SIC 2026, Dorong Inovasi Berbasis Potensi Lokal

  • 29 Jul 2026 07:27 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang – Yayasan Uncin Batu Senentang (YUBS) menegaskan komitmennya untuk mendukung pelaksanaan Sintang Innovation Challenge (SIC) 2026 sebagai bagian dari upaya bersama membangun ekosistem inovasi daerah yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.

Mengusung tema "Green Innovation for Sustainable Sintang", SIC 2026 dinilai sejalan dengan visi YUBS, yakni "Terwujudnya masyarakat dan alamnya yang madani melalui pembangunan yang berkelanjutan." Keselarasan tersebut juga tercermin dalam nilai-nilai organisasi YUBS, yaitu Integrity, Innovate, dan Inclusive, yang menjadi landasan dalam membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Dengan semangat untuk terus belajar, melahirkan gagasan baru, dan bekerja secara inklusif, YUBS menilai SIC 2026 sebagai wadah strategis untuk mendorong lahirnya inovasi berbasis potensi lokal yang mampu menjawab tantangan pembangunan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Ketua Yayasan Uncin Batu Senentang, Uni Qalbarri, mengatakan tantangan pembangunan saat ini tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Menurutnya, SIC 2026 menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan ide, pengetahuan, dan semangat generasi muda dengan kebutuhan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

"Kami memandang SIC 2026 sebagai ruang kolaborasi yang sangat penting untuk mempertemukan ide, pengetahuan, dan semangat generasi muda dengan kebutuhan pembangunan daerah. Inovasi yang lahir dari potensi lokal akan menjadi modal besar dalam menjaga kelestarian bentang alam sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, keterlibatan YUBS merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus bekerja bersama para pihak dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan," ujar Uni.

Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Sintang, Deddy Irawan, selaku leading sector penyelenggaraan SIC 2026, menilai kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk YUBS, menjadi faktor penting dalam menyukseskan pelaksanaan kompetisi tersebut.

Menurut Deddy, YUBS memiliki jejaring yang luas serta kapasitas yang mumpuni, tidak hanya dalam mendukung pendanaan, tetapi juga dalam pelaksanaan teknis kegiatan.

"BRIDA bukan penyelenggara yang bekerja sendiri. Kami berkolaborasi dengan NGO seperti Yayasan Uncin Batu Senentang (YUBS) dan beberapa organisasi lainnya seperti LTKL dan FKMS. Peran YUBS cukup besar karena merekakan punya jejaring juga, jadi kami bisa bekerja sama bukan hanya dari sisi pendanaan, tetapi juga dalam pelaksanaan teknis perlombaan," Ujar Deddy.

Komitmen kolaborasi tersebut mulai diwujudkan melalui kegiatan Roadshow to Campus, yang menjadi salah satu tahapan awal sosialisasi Sintang Innovation Challenge 2026 kepada mahasiswa dan sivitas akademika. Dalam kegiatan ini, BRIDA Kabupaten Sintang bersama para mitra, termasuk YUBS, mengajak generasi muda menghadirkan gagasan-gagasan inovatif yang memanfaatkan potensi lokal secara bertanggung jawab serta mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah menuju Sintang yang berkelanjutan. (din)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....