Bupati Sintang Beri Pesan Penanganan Keluhan Pasien

  • 28 Jul 2026 11:44 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Pada Senin, 27 Juli 2026, sesi tanya jawab dalam kuliah umum di Program Studi Diploma 3 Keperawatan Sintang menyoroti isu keselamatan dan perlindungan bagi tenaga kesehatan. Seorang mahasiswi bernama Nurul Muda menanyakan langkah perlindungan bagi perawat saat menghadapi intimidasi dari keluarga pasien dalam situasi darurat, yang kerap memicu tekanan mental.

Menanggapi kekhawatiran tersebut, Bupati Sintang memberikan pandangannya agar para calon tenaga medis mengedepankan ketenangan serta memahami kondisi psikologis pasien beserta keluarganya. Menurutnya, kepanikan saat sakit atau masalah ketiadaan biaya sering kali menjadi pemicu utama kekesalan dari pihak keluarga pasien.

"Maka cara menolong kita, kita harus kerja, kerja, kerja dulu dan apa komentar mereka tolong jangan dijawab. Jelaskan dengan elegan karena kita harus membayangkan posisi mereka," ujar Bupati Sintang.

Bupati Sintang, yang memberikan arahan langsung di hadapan mahasiswa, juga mengingatkan bahwa menghadapi situasi penuh tekanan adalah bagian dari risiko profesi yang harus diterima. Ia menyarankan agar tenaga medis berdamai dengan diri sendiri terlebih dahulu saat menghadapi konflik di lapangan.

"Kita berdamai dengan diri kita dulu, ini adalah konsekuensi kalau saya profesi ini hal ini bisa terjadi. Nanti ada instansi atau dewan pengawas pasti bisa menengahi itu," tambah Bupati Sintang.

Selain membahas isu perlindungan medis, diskusi tersebut juga menyinggung pentingnya penempatan tenaga kesehatan lokal agar pelayanan di daerah terpencil lebih terjamin keberlanjutannya. Bupati Sintang sangat mendukung ide tersebut, agar tenaga medis yang bertugas tidak berbondong-bondong pindah setelah masa program atau syarat waktunya berakhir. (Arf)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....