SLI Tematik Perkuat Kesiapan Petani Sintang Hadapi Perubahan Iklim
- 24 Jul 2026 10:10 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang – Perubahan iklim dinilai menjadi tantangan besar yang harus dihadapi bersama demi menjaga keberlanjutan sektor pertanian dan ketahanan pangan. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan didorong memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai dampak perubahan iklim.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Yohanes Rumpak, saat membuka kegiatan Sekolah Lapang Iklim (SLI) Tematik Kalimantan Barat yang diselenggarakan Stasiun Klimatologi Kalimantan Barat dengan dukungan Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, di Aula Serbaguna Gereja Katolik Paroki Santo Martinus, Desa Kebong, Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang, Kamis, 23 Juli 2026.
Menurut Yohanes Rumpak, perubahan iklim merupakan tantangan yang tidak bisa dihindari karena dampaknya sudah dirasakan secara nyata, terutama terhadap siklus pertanian.
"Kita semua berkolaborasi dalam menghadapi perubahan iklim atau climate change. Perubahan iklim adalah tantangan kita ke depan, dan perubahan iklim ini pasti terjadi. Sekarang perubahannya sangat signifikan dan sangat mempengaruhi siklus pertanian dan pertumbuhan tanaman kita," ujarnya.
Ia menilai Stasiun Klimatologi dan BMKG memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai perubahan iklim. Pemerintah daerah melalui dinas terkait dan seluruh peserta pelatihan juga diharapkan bersinergi untuk iikut menyebarluaskan informasi ini kepada masyarakat.
"BMKG memang harus terus mengajar masyarakat. Pemerintah daerah juga harus mengerti ini dan menyebarkan kepada masyarakat. Dan tentu kita yang hadir hari ini dilatih juga, kemudian harus disebarkan kepada masyarakat," kata Yohanes Rumpak.
Yohanes Rumpak berharap melalui kolaborasi yang kuat, masyarakat semakin siap menghadapi perubahan iklim sehingga sektor pertanian tetap mampu menjadi penopang ketahanan pangan daerah. (Sta)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....