Perubahan Iklim Jadi Ancaman Pertanian Sintang, Literasi Iklim Dinilai Penting
- 24 Jul 2026 10:07 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang – Dampak perubahan iklim yang semakin nyata menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sintang dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian. Salah satunya melalui Sekolah Lapang Iklim (SLI) Tematik Kalimantan Barat yang diselenggarakan Stasiun Klimatologi Kalimantan Barat di Aula Serbaguna Gereja Katolik Paroki Santo Martinus, Desa Kebong, Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang, Kamis, 23 Juli 2026.
Melalui Sekolah Lapang Iklim (SLI) tersebut, petani didorong memiliki kemampuan membaca informasi iklim sebelum menentukan pola tanam.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Sintang, Lili Suryani, mengatakan perubahan iklim menyebabkan cuaca ekstrem semakin sering terjadi sehingga mengancam produktivitas pertanian.
"Fenomena cuaca ekstrem seperti kemarau panjang yang memicu kebakaran lahan hingga curah hujan tinggi yang menyebabkan banjir semakin sulit diprediksi secara konvensional," katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut petani untuk lebih adaptif, termasuk memilih varietas tanaman yang tahan terhadap kekeringan maupun genangan air.
"Kita juga harus menyesuaikan pola tanam dan jenis varietas komoditas yang tangguh terhadap genangan air maupun kekeringan, memitigasi risiko gagal panen akibat serangan hama yang populasinya melonjak karena perubahan suhu," ujarnya.
Melalui peningkatan literasi iklim, Lili berharap sektor pertanian mampu bertahan di tengah perubahan cuaca yang semakin tidak menentu. (Sta)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....