Pemkab Sintang Dukung Sekolah Lapang Iklim Perkuat Ketahanan Pangan
- 24 Jul 2026 10:18 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Pemerintah Kabupaten Sintang mendukung pelaksanaan Sekolah Lapang Iklim (SLI) Tematik yang diselenggarakan Stasiun Klimatologi Kalimantan Barat di Aula Serbaguna Gereja Katolik Paroki Santo Martinus, Desa Kebong, Kecamatan Kelam Permai pada Kamis 23 Juli 2026. Kegiatan bertema "Penguatan Literasi Iklim untuk Mendukung Ketahanan Pangan Kalimantan Barat" ini dinilai mampu meningkatkan kemampuan petani dalam menghadapi perubahan iklim yang semakin dinamis.
Sekolah Lapang Iklim merupakan bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional melalui kolaborasi antara BMKG, penyuluh pertanian, dan pemerintah daerah. Melalui kegiatan ini, peserta dibekali pemahaman mengenai pemanfaatan informasi iklim agar mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus meminimalkan risiko gagal panen akibat perubahan cuaca yang tidak menentu.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Sintang, Lili Suryani, mengatakan Pemerintah Kabupaten Sintang menyambut baik penyelenggaraan Sekolah Lapang Iklim karena memberikan manfaat langsung bagi petani dalam memahami kondisi cuaca dan menentukan waktu tanam yang tepat.
"Kami Kabupaten Sintang menyambut kegiatan Sekolah Lapang Iklim Tematik Kalimantan Barat yang diselenggarakan di Sintang, khususnya di Kebong, Kecamatan Kelam Permai. Ini merupakan suatu kolaborasi yang sangat baik dan berguna untuk petani-petani kita di Kabupaten Sintang sehingga mereka mengetahui cara membaca kondisi iklim. Jadi musim tanam sekarang harus menyesuaikan juga. Petani-petani sudah bisa membaca, ya literasi iklimnya supaya semakin baik," ujar Lili.
Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun dan menjangkau lebih banyak kecamatan di Kabupaten Sintang sehingga semakin banyak penyuluh pertanian dan petani yang memperoleh pengetahuan mengenai informasi iklim.
"Untuk ke depannya Pemerintah Kabupaten Sintang sangat mengharapkan kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun, mungkin bukan hanya di Kelam, tetapi di kecamatan-kecamatan lainnya sehingga PPL di kecamatan-kecamatan lain juga mendapatkan ilmu iklim ini dengan baik yang diselenggarakan oleh BMKG. Kami sangat mendukung dan Pemerintah Kabupaten Sintang juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Lasarus selaku Ketua Komisi V DPR RI sehingga kegiatan ini boleh diselenggarakan dengan baik," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Desa Kebong, Yulius Stap, mengaku baru pertama kali mengikuti Sekolah Lapang Iklim dan menilai ilmu yang diperoleh sangat bermanfaat untuk menghadapi perubahan cuaca yang semakin sulit diprediksi.
"Kesempatan untuk menggunakan ilmu teknologi baru lewat Sekolah Lapang ini, terutama kami yang petani padi, paling tidak menyesuaikan mana varietas padi yang bisa tumbuh dengan situasi panas maupun situasi hujan. Itu keuntungannya. Jadi kita bisa baca situasi lewat metode ilmu ini," kata Yulius.
Menurutnya, pengetahuan yang diperoleh melalui Sekolah Lapang Iklim harus dimanfaatkan secara serius oleh para petani agar mampu mengubah pola tanam sesuai kondisi iklim dan mengurangi risiko gagal panen.
"Untuk para petani tentunya harus menggunakan kesempatan ilmu teknologi secara menyeluruh ini dengan baik, tentunya dengan konsekuensi yang serius. Harapan saya, yang tadinya gagal tanam di musim ini karena harus menyesuaikan iklim, ke depan bisa berubah dan mengalami keberhasilan meskipun sistem alam tidak menentu," tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....