KKN 120 UINSUKA Yogyakarta di Sintang Edukasi Warga Kelola Sampah
- 20 Jul 2026 16:58 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) 120 UIN Sunan Kalijaga (UINSUKA) Yogyakarta mengusung tema "Hilirisasi Ilmu Pengetahuan dan Inovasi Berkelanjutan". Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah edukasi pengelolaan sampah di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.
Ketua Tim KKN 120 UINSUKA, Mufid Mafendi, menjelaskan bahwa fokus pada isu sampah berawal dari hasil kajian tim saat menyusun program kerja di Sintang. Menurutnya, persoalan sampah menjadi perhatian setelah mereka menemukan pemberitaan mengenai aksi pembuangan sampah di depan Kantor Bupati Sintang.
"Kami melihat ada persoalan yang cukup serius terkait pengelolaan sampah di Sintang. Ketika membuka berita tentang Sintang, yang muncul paling atas adalah persoalan sampah yang dibuang di depan Kantor Bupati. Dari situ kami merasa isu ini perlu kami angkat. Bukan untuk menyelesaikan seluruh persoalan, tetapi untuk ikut hadir memberikan edukasi kepada masyarakat," ujar Mufid saat menjadi narasumber dalam program Green Radio di Pro 1 RRI Sintang, Minggu (19/7/2026).
Mufid mengatakan, melalui program tersebut Tim KKN 120 UINSUKA yang menamai diri Tim Bentang Sintang berharap dapat memberikan dampak positif, terutama kepada anak-anak dan remaja sebagai sasaran utama edukasi.
"Harapannya, kehadiran kami di Sintang bisa memberikan dampak, khususnya kepada anak-anak dan remaja. Edukasi yang kami berikan dimulai dari hal sederhana, seperti cara memilah sampah dan mengelola sampah dengan baik," katanya.
Ia menambahkan, tujuan utama program ini adalah meningkatkan pengetahuan sekaligus membangun kesadaran masyarakat sejak usia dini mengenai pentingnya pengelolaan sampah. Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti membawa tumbler, memilah sampah plastik, kertas, dan organik merupakan langkah kecil yang dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan.
| Baca juga: Kisah Inspiratif Seorang Garnish Creation |
Selain itu, Tim KKN juga menjalankan program pengelolaan sampah organik di Kelurahan Alai agar limbah rumah tangga dapat diolah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.
Selama pelaksanaan KKN, kata Mufid, dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat cukup besar. Pada hari pertama kedatangan, tim disambut oleh Wakil Bupati Sintang. Selanjutnya mereka melakukan audiensi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sintang serta menjalin kolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB).
"Selama sebelas hari pelaksanaan KKN, kami juga telah melaksanakan sosialisasi dan edukasi pemilahan sampah di tiga sekolah, yaitu SMAN 3 Sintang, SMAN 1 Sintang, dan MAN 1 Sintang," tambahnya.
Sementara itu, anggota Tim KKN 120 UINSUKA, Triya Kartika, mengajak masyarakat untuk mulai memilah sampah sejak dari rumah. Menurutnya, kebiasaan tersebut akan mempermudah proses pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus meningkatkan nilai ekonomi sampah.
"Sampah bisa menjadi berkah. Banyak orang menganggap sampah tidak memiliki nilai, padahal jika dikelola dengan baik, sampah memiliki manfaat dan nilai ekonomi. Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah memilah sampah dari rumah dan tidak membuang sampah sembarangan," ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa membuang sampah sembarangan akan menyulitkan petugas kebersihan dan memperburuk kondisi lingkungan.
"Mari buang sampah pada tempatnya, pilah sesuai jenisnya, dan olah jika memungkinkan. Dengan begitu kita dapat membantu menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....