Sekolah Adat Jadi Bukti Komitmen Sintang Lestarikan Budaya Dayak
- 06 Jul 2026 08:29 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang – Pemerintah Kabupaten Sintang terus memperkuat pelestarian budaya melalui pengembangan sekolah adat di berbagai wilayah. Hingga saat ini, telah berdiri dua sekolah adat yang menjadi pusat pembelajaran budaya, bahasa, hingga pengetahuan lokal masyarakat Dayak.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Herkolanus Roni, saat menghadiri Gawai Dayak ke-VIII Desa Binjai Hulu, Kamis, 2 Juli 2026.
Roni menjelaskan sekolah adat pertama berada di Kecamatan Tempunak, yang diprakarsai oleh Daniel Banai dari AMAN. Sementara sekolah adat kedua baru saja diresmikan di Desa Merah Arai, Kecamatan Kayan Hulu.
"Kemudian untuk Bapak Ibu ketahui bahwa di Sintang ini sudah ada dua sekolah adat yang pertama di Kecamatan Tempunak Desa Martijaya yang diprakarsai oleh Pak Daniel Banai dari AMAN. Lalu kemudian saya baru saja pulang dari Kayan Hulu, Desa Merah Arai meresmikan sekolah adat," ujarnya.
Menurutnya, sekolah adat akan mengajarkan berbagai muatan lokal, mulai dari bahasa daerah, tarian tradisional, hingga pengetahuan tentang tanaman obat yang selama ini diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Dayak.
"Nanti akan kami dokumentasikan, kami videokan dan itu akan kita daftarkan sebagai budaya tak benda milik suku Kebahan di Kayan Hulu," kata Roni.
Roni berharap konsep serupa dapat berkembang di kecamatan lain, termasuk Binjai Hulu, sehingga semakin banyak kekayaan budaya Kabupaten Sintang yang terdokumentasi dan mendapat pengakuan sebagai Warisan Budaya Tak Benda. (Sta)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....