Bank Sampah di Sintang Belum Maksimal, DLH Siapkan Langkah Percepatan

  • 15 Jun 2026 07:51 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sintang berkomitmen mengoptimalkan kembali keberadaan Bank Sampah dan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) yang selama ini sudah tersedia, namun belum beroperasi secara maksimal. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pengelolaan sampah yang tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Kepala DLH Kabupaten Sintang, Siti Musrikah, dalam talkshow bersama RRI Sintang, mengungkapkan bahwa secara data maupun fisik, sejumlah bank sampah dan TPS3R memang sudah ada. Namun, keberadaannya belum sepenuhnya menjalankan fungsi sebagaimana yang diharapkan. Karena itu, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap seluruh fasilitas yang telah dibentuk tersebut.

“Data dan wujudnya ada, tetapi belum operasional secara optimal. Kami akan mendatangi bank sampah tersebut secara bertahap untuk memastikan apakah yang menamai dirinya bank sampah benar-benar berproses dan berfungsi sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Menurutnya, konsep bank sampah harus mampu memberikan keuntungan nyata bagi masyarakat. Warga yang membawa sampah bernilai jual seperti botol plastik, kemasan bekas, atau material daur ulang lainnya harus dapat memperoleh imbalan sesuai nilai ekonomis sampah yang disetorkan.

DLH Sintang ingin mengubah paradigma masyarakat terhadap sampah. Jika selama ini sampah dianggap sebagai masalah, ke depan sampah diharapkan dapat menjadi sumber manfaat dan pendapatan tambahan bagi keluarga.

“Bagaimana cara kita mengubah sampah menjadi berkah. Berkah itu dalam bentuk nilai ekonomi atau uang. Di beberapa daerah, ada ibu-ibu yang bisa membantu membayar biaya pendidikan anaknya dari hasil menabung sampah plastik. Model seperti ini yang ingin kita dorong di Sintang,” jelasnya.

DLH Sintang menegaskan bahwa pengembangan bank sampah dan optimalisasi TPS3R akan dilakukan secara bertahap melalui berbagai percepatan program. Dengan dukungan masyarakat, pemerintah berharap pengelolaan sampah di Sintang tidak hanya mampu mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga. (din)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....