Paroki MRSA Gelar Pelatihan Ketahanan Pangan Berbasis Pertanian Organik

  • 15 Jun 2026 07:44 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Dalam upaya memperkuat kemandirian pangan keluarga sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, Seksi Pengembangan Sosial, Ekonomi, dan Caritas (PSE Caritas) Paroki Maria Ratu Semesta Alam (MRSA) Sintang menggelar Pelatihan Ketahanan Pangan dengan tema “Merawat Bumi, Memperkuat Umat: Kemandirian Pangan Keluarga Berbasis Pertanian Organik yang Berkelanjutan” pada Sabtu, 13 Juni 2026.

Sebanyak 34 orang perwakilan umat dari berbagai lingkungan di Paroki Maria Ratu Semesta Alam mengikuti kegiatan yang berlangsung di Wisma Yerusalem, Sintang. Melalui pelatihan ini, peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan mengenai pengembangan pertanian organik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan guna mendukung ketahanan pangan keluarga.

Koordinator Seksi PSE Caritas , Hetty Kus Endang, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan ketahanan pangan mandiri melalui pemanfaatan lahan tidur secara produktif di lingkungan umat. Menurutnya, pertanian organik berkelanjutan menjadi salah satu upaya untuk menjaga bumi sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi keluarga melalui kolaborasi aktif antara pengurus gereja dan warga lingkungan.

"Nah, ini yang ingin kita gerakkan bagaimana lahan-lahan kita yang mungkin ada yang berapa meter, berapa hektar, mungkin ada yang puluhan hektar. Nah, ini kita mulai pikirkan ke depannya pengembangan dari caritas ini untuk kita mulai pikirkan, rumuskan bersama apa yang ingin kita lakukan terkait ketahanan pangan ini sendiri sehingga lahan-lahan kita juga tidak tidur," ujarnya.

Hetty mengatakan visi yang diusung tidak hanya terbatas pada proses penanaman di hulu, tetapi juga mencakup strategi hilirisasi produk agar hasil tani memiliki nilai tambah dan akses pasar yang lebih baik.

"Karena dalam pemikiran-pemikiran sekarang kalau bicara pertanian orang itu enggak mau karena apa? Mikirnya dari nol. Tetapi kita juga berpikir bagaimana hilirisasinya. Nanti mungkin di lingkungan bisa menanam cabai, tetapi bagaimana produk itu juga bisa dinikmati. Mungkin sambal dari lingkungan itu tadi kita gunakan menjadi sebuah produk," tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP) Paroki Maria Ratu Semesta Alam, Awet Sandi, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia mengatakan program ini dirancang secara berkelanjutan dengan mendorong umat melakukan diversifikasi usaha serta membangun kolaborasi antarlingkungan agar tercipta produktivitas yang beragam.

Awet juga menekankan bahwa pemanfaatan lahan rumah tangga untuk menanam kebutuhan pokok bukan sekadar hobi, melainkan langkah nyata dalam menghadapi tantangan ekonomi global dan lonjakan harga pasar.

"Kita berharap bahwa praktik baik ini tidak hanya berhenti pada kegiatan seperti ini, tapi sungguh diimplementasikan agar berdampak. Nah, saya kira dengan cara seperti ini sebenarnya kita juga mewartakan kebaikan. Kita menyadari bahwa setiap keluarga ini adalah unit terkecil dari gereja. Kalau gereja itu punya daya tahan, saya kira bukan hanya dalam konteks menghadapi tantangan global bukan pangan tetapi juga termasuk pangan. Kalau kita sama-sama di setiap lingkungan punya daya tahan yang sama, saya kira gereja paroki kita pasti punya daya tahan yang sama, baik aspek ekonomi maupun aspek kebersamaan kita dalam menghadapi tantangan-tantangan global yang dewasa ini," ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Paroki Maria Ratu Semesta Alam berharap semangat kemandirian pangan dapat tumbuh di setiap keluarga, sehingga mampu menciptakan ketahanan ekonomi sekaligus memperkuat kebersamaan umat dalam menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....