DLH Sintang Edukasi Generasi Muda Tentang Pengelolaan Sampah

  • 13 Jun 2026 19:33 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Pemerintah Kabupaten Sintang berkomitmen menutup Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) yang masih menggunakan sistem open dumping dan menggantinya dengan sistem sanitary landfill. Langkah ini dilakukan untuk memenuhi ketentuan pemerintah pusat yang mewajibkan seluruh daerah menghentikan praktik pembuangan sampah secara terbuka paling lambat Agustus 2026.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sintang, Siti Musrikah, saat menjadi narasumber dalam talkshow bersama RRI Sintang bertema “Generasi Muda Sintang Melawan Krisis Sampah” pada Rabu 10 Juni 2026.

Dalam kesempatan itu, Siti mengungkapkan bahwa volume sampah di Kabupaten Sintang saat ini mencapai sekitar 125 hingga 170 ton per hari. Menurutnya, upaya penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi memerlukan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda sebagai agen perubahan.

Ia menjelaskan bahwa sebagian besar sampah rumah tangga sebenarnya dapat dikelola langsung dari sumbernya. Sampah organik, seperti sisa makanan dan limbah dapur, dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat untuk tanaman di pekarangan rumah. Sementara itu, sampah anorganik seperti botol plastik dan kemasan bekas memiliki nilai ekonomi apabila dipilah dan disalurkan ke bank sampah atau Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) untuk didaur ulang.

“Kedepannya, saya berharap generasi muda dapat mengedukasi orang tua dan keluarga untuk mengelola sampah dari dapur sendiri. Sampah organik bisa diolah menjadi kompos untuk kebutuhan bercocok tanam di rumah, seperti menanam cabai dan sayuran. Jika ini dilakukan secara luas, maka volume sampah yang mencapai 125 hingga 170 ton per hari akan berkurang secara signifikan,” ujar Siti.

Lebih lanjut, Siti menilai tantangan terbesar dalam pengelolaan sampah saat ini bukan hanya soal fasilitas, melainkan masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya serta mematuhi jadwal pembuangan yang telah ditetapkan. Karena itu, ia mengajak generasi muda untuk menjadi pelopor dalam membangun budaya peduli lingkungan dan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. (din)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....