Pemkab Sintang Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Karhutla Tahun 2026

  • 12 Jun 2026 14:35 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang – Pemerintah Kabupaten Sintang terus memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang kerap terjadi saat musim kemarau. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggelar Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan dan Penguatan Sinergi Satuan Tugas (Satgas) Karhutla di Balai Praja Kantor Bupati Sintang, Kamis, 11 Juni 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri berbagai pemangku kepentingan sebagai bentuk penguatan koordinasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi musim kemarau yang mulai berlangsung di wilayah Kabupaten Sintang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang, Kusnidar menjelaskan pelaksanaan rapat koordinasi merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi terkait kesiapsiagaan Karhutla.

“Latar belakang kegiatan ini bahwa seiring dengan perubahan musim di Kalimantan Barat pada umumnya dan di Sintang pada khususnya yang memasuki musim kemarau atau panas di pertengahan tahun ini. Setelah dilakukan beberapa kali Rakornas maupun Rakorda, maka seluruh kabupaten dan kota wajib melaksanakan rapat koordinasi terkait kesiapsiagaan kebakaran hutan dan lahan,” ujar Kusnidar.

Ia menjelaskan, sebelumnya pemerintah telah menggelar Rapat Koordinasi Nasional Karhutla di Jakarta pada 7 April 2026, yang kemudian dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi Tingkat Provinsi serta Apel Siaga Karhutla di Pontianak pada 16 April 2026.

Menurut Kusnidar, kesiapsiagaan menjadi hal yang sangat penting mengingat Karhutla dapat menimbulkan dampak luas, mulai dari kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan masyarakat hingga terganggunya aktivitas ekonomi.

“Tujuan daripada rakor ini salah satunya adalah pencegahan dan mitigasi dini kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Sintang. Kami ingin seluruh pihak lebih siap menghadapi kemungkinan terjadinya Karhutla,” katanya.

Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sintang berharap upaya pencegahan dapat dilakukan sejak dini sehingga potensi Karhutla dapat ditekan semaksimal mungkin selama musim kemarau tahun 2026. (Sta)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....