Sintang Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen pada Semester Pertama Tahun 2026

  • 04 Jun 2026 16:50 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Pemerintah Kabupaten Sintang menargetkan pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 6 persen pada semester pertama tahun 2026. Target tersebut diharapkan dapat mendekati capaian pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Barat yang saat ini berada di angka 6,4 persen dan masuk dalam 10 besar pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kartiyus, mengatakan hingga Desember 2025 pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sintang berada pada angka 5,9 persen. Ia berharap tren positif tersebut dapat terus meningkat sepanjang tahun ini. Hal tersebut disampaikannya kepada awak media pada Selasa, 2 Juni 2026.

“Per Desember itu angka pertumbuhan ekonomi kita 5,9 persen. Harapan saya di semester pertama tahun ini angka pertumbuhan ekonomi kita berada di angka 6 persen. Harapannya kita tidak tertinggal jauh dari pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Barat yang berada pada angka 6,4 persen,” ujarnya.

Menurut Kartiyus, pertumbuhan ekonomi yang baik menjadi salah satu indikator meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Dari capaian tersebut, pemerintah dapat mengukur berkurangnya angka kemiskinan dan meningkatnya jumlah masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih baik.

Ia menjelaskan, salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sintang adalah investasi di sektor perkebunan, khususnya perkebunan kelapa sawit. Meskipun pertumbuhan ekonomi daerah juga ditopang oleh konsumsi rumah tangga, investasi dinilai memiliki peran besar dalam menjaga perputaran uang di masyarakat.

Kartiyus berharap investasi di sektor perkebunan tetap terjaga dan tidak ada perusahaan yang menghentikan operasinya. Ia mencontohkan, terdapat sekitar 45 perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Sintang. Jika satu perusahaan mengeluarkan sekitar Rp4 miliar setiap bulan hanya untuk pembayaran gaji karyawan, maka ratusan miliar rupiah uang beredar di masyarakat setiap bulannya. Selain itu, aktivitas jual beli hasil perkebunan juga turut menggerakkan perekonomian daerah.

Menurutnya, sektor perkebunan menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sintang sekaligus membuka lapangan pekerjaan yang luas, sehingga tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Sintang konsisten berada di kisaran 2 persen, terendah di Kalimantan Barat. “Kalau secara ilmu ekonomi, angka 2 persen itu berarti di Kabupaten Sintang hampir tidak ada orang menganggur. Yang ada adalah orang yang tidak mau bekerja,” katanya. (dby)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....