Warga Perdesaan di Sintang Keluhkan Naiknya Harga Bapokting
- 03 Jun 2026 08:55 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Masyarakat di wilayah perdesaan Kabupaten Sintang mengeluhkan terus naiknya harga bahan pokok penting dan kebutuhan sehari-hari dalam beberapa waktu terakhir.
Kenaikan harga tersebut dinilai semakin memberatkan warga, terutama masyarakat yang tinggal jauh dari pusat kota.
Salah satu warga Kecamatan Binjai Hulu, Kabupaten Sintang, Setya mengaku kondisi saat ini cukup menyulitkan bagi ibu rumah tangga karena hampir seluruh kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga.
“Bagi ibu rumah tangga seperti kami, kondisi saat ini sangat menyulitkan bagi kami ya. Dan harga kebutuhan sehari-hari itu terus naik, apalagi untuk kami yang tinggal di kampung seperti ini jadi sulit,” katanya, Selasa, 3 Juni 2026.
Ia menyebutkan, harga beras premium kemasan lima kilogram di warung kini mencapai Rp96.000 per karung. Selain itu, gula pasir dijual sekitar Rp22.000 per kilogram, bawang merah sekitar Rp50.000 per kilogram, cabai rawit Rp80.000-Rp85.000 per kilogram dan ayam mencapai Rp44.000 per kilogram.
Menurutnya, tingginya harga bahan pokok juga diperparah dengan mahalnya harga bahan bakar minyak eceran di Binjai Hulu yang mencapai Rp15.000 per liter.
Setya juga mengeluhkan kondisi minyak goreng yang mulai sulit ditemukan di wilayah mereka. Kalaupun tersedia, harga minyak goreng kemasan dua liter bisa mencapai lebih dari Rp50.000 di warung tradisional.
“Harga BBM di daerah kami untuk eceran di warung juga harganya tinggi Rp15.000 per liter, jadi ini sangat memberatkan bagi kami. Akhir-akhir ini minyak goreng pun juga agak sulit mencarinya di daerah kami, kalaupun ada untuk kemasan dua liter harganya bisa di atas Rp50.000. Jadi sangat memberatkan bagi kami,” ucapnya.
Ia menambahkan, kondisi ekonomi masyarakat semakin berat karena harga kelapa sawit yang menjadi sumber penghasilan utama warga juga mengalami penurunan.
“Apalagi saat ini harga sawit di daerah kami juga sedang turun, jadi semakin memberatkan kami,” ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan Candra, warga Desa Sungai Mali, Kecamatan Dedai, Kabupaten Sintang. Ia mengatakan harga berbagai kebutuhan pokok di wilayah pelosok kini ikut mengalami kenaikan signifikan.
“Sekarang di wilayah kami yang jauh dari kota atau bisa dibilang di wilayah pelosok, mulai merangkak naik harga barang, seperti bensin harganya Rp18.000 per liter, gas LPG 3 kilogram per tabungnya mencapai Rp55.000, dan harga sayur mayur sekarang juga mahal di sini,” ujar Candra.
Kenaikan harga kebutuhan pokok dan energi di wilayah pedesaan diharapkan mendapat perhatian pemerintah agar masyarakat di daerah terpencil tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang terjangkau. (Sta)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....