Penulis Hadapi Minimnya Narasumber Budayawan
- 29 Mei 2026 13:44 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang – Penulis buku budaya sekaligus kontributor Museum Kapuas Raya Sintang, Marselina Evy, mengungkapkan tantangan terbesar yang dihadapinya dalam menulis kajian budaya dan koleksi museum saat ini adalah semakin sulitnya menemukan narasumber.
Menurut Marselina, keberadaan narasumber memiliki peran penting dalam proses penulisan buku-buku budaya, terutama yang berkaitan dengan adat istiadat, benda pusaka, hingga tradisi masyarakat lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
“Kendala terbesarnya narasumber. Karena hari ini itu berkejaran dengan umur narasumber yang sudah susah ditemui, sudah susah dicari. Dan kebetulan saya juga dua tahun terakhir ini kehilangan narasumber saya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebagian besar informasi yang dituangkan dalam buku berasal dari cerita langsung para tokoh adat, sesepuh kampung, maupun masyarakat yang memahami sejarah dan budaya lokal. Namun seiring bertambahnya usia para narasumber, banyak pengetahuan tradisional yang terancam hilang jika tidak segera didokumentasikan.
Selama ini, Marselina aktif menulis berbagai kajian budaya bersama Museum Kapuas Raya Sintang. Karya-karyanya banyak mengangkat tentang benda koleksi museum, adat istiadat, hingga budaya masyarakat Dayak di Kabupaten Sintang dan wilayah sekitarnya.
Marselina menilai, kondisi tersebut menjadi tantangan serius dalam upaya pelestarian budaya daerah. Karena itu, ia terus berupaya menulis dan mengumpulkan berbagai data budaya sebagai bentuk penyelamatan pengetahuan lokal agar tetap dapat diwariskan kepada generasi mendatang. (din)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....