SMPN 2 Sintang Gagas Program No Toxic, Less Plastic
- 22 Mei 2026 09:16 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menekan jumlah sampah plastik di Kabupaten Sintang, SMP Negeri 2 Sintang menerapkan larangan penggunaan plastik di lingkungan sekolah, termasuk di area kantin sekolah. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam mendukung gerakan peduli lingkungan dan menciptakan budaya hidup bersih bagi seluruh warga sekolah.
Kepala SMPN 2 Sintang, Ignasius Asong mengatakan bahwa pihak sekolah telah menggagas sebuah proyek kokurikuler bertajuk No Toxic, Less Plastic yang fokus pada pengurangan penggunaan plastik serta edukasi pengelolaan sampah di lingkungan sekolah.
“Kami punya satu proyek yang waktu itu pernah diresmikan oleh Bapak Bupati, kami juga apresiasi. Kita punya proyek kokulikuler namanya No Toxic, Less Plastic. Nah ini memang kita gagas 6 bulan terakhir ini,” ujarnya, Jumat, 22 Mei 2026.
Menurut Asong, program tersebut tidak hanya menyasar para siswa, tetapi juga melibatkan seluruh keluarga besar SMP Negeri 2 Sintang, mulai dari tenaga pendidik hingga pengelola kantin sekolah. Melalui program tersebut, sekolah ingin membangun kesadaran bersama terkait persoalan sampah yang harus menjadi perhatian seluruh pihak.
“Kita memberikan edukasi kepada semua keluarga besar SMP Negeri 2 Sintang, tidak hanya siswa tapi juga guru dan kantin untuk kiranya dapat berpartisipasi dalam menanggungi masalah sampah ini,” katanya.
Ia menilai, persoalan sampah plastik saat ini bukan lagi persoalan kecil, melainkan tantangan serius yang memerlukan kepedulian dan kerja sama semua pihak. Oleh sebab itu, sekolah terus mendorong terciptanya kebiasaan positif seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membawa wadah makan dan minum sendiri, serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
“Karena tentu kita melihat bahwa masalah sampah ini bukan masalah yang ringan sebenarnya. Jadi ini perlu kerjasama dari kita. Dan ini terima kasih saya ucapkan kepada pemerintah daerah yang selalu memberikan dorongan dan kepada keluarga besar baik siswa maupun dewan guru yang juga berpartisipasi termasuk mitra kita kantin yang ada,” ucapnya.
Asong menambahkan, dukungan dari pemerintah daerah menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus menjalankan berbagai program lingkungan yang edukatif dan berkelanjutan. Selain itu, keterlibatan aktif siswa dan guru juga menjadi kunci keberhasilan dalam membangun budaya sekolah yang ramah lingkungan.
Melalui program No Toxic, Less Plastic, SMPN 2 Sintang berharap dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam mengurangi penggunaan plastik sekaligus meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga lingkungan hidup sejak dini.
Langkah tersebut juga diharapkan mampu memberikan dampak positif tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di tengah masyarakat melalui kebiasaan baik yang diterapkan para siswa dalam kehidupan sehari-hari. (Sta)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....