Ribuan Kepala Keluarga di Sintang Terdampak Banjir
- 20 Mei 2026 12:49 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang merilis laporan data terbaru terkait bencana banjir yang mengamuk sejak periode 17 hingga 18 Mei 2026. Berdasarkan pembaruan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) pada Selasa, 20 Mei 2026, musibah ini telah berdampak pada 5.078 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di 47 desa atau kelurahan.
Wilayah terdampak banjir mencakup tiga kecamatan, yakni Kecamatan Kayan Hulu (27 desa), Kayan Hilir (19 desa), dan Kelam Permai (1 desa). Desa dengan jumlah korban terdampak tertinggi berada di Kecamatan Kayan Hulu, di antaranya Desa Nanga Ungai sebanyak 400 KK dan Desa Nanga Toran dengan 309 KK. Sementara itu, Desa Jaya Sakti di Kayan Hilir mencatat 260 KK terdampak.
Bencana ini juga memicu kelumpuhan akses akibat rusaknya total 18 infrastruktur. Tercatat belasan jembatan mengalami rusak berat hingga terputus, termasuk jembatan gantung di Nanga Toran dan akses jalan utama di Nanga Ungai. Salah satu titik kerusakan infrastruktur terparah berada di Desa Neran Baya, Kayan Hilir, dengan dua unit jembatan yang rusak berat. Selain itu, belasan rumah warga juga dilaporkan mengalami kerusakan.

Berdasarkan pantauan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sintang, kondisi debit air di wilayah Kayan Hulu dan Kelam Permai kini dilaporkan mulai berangsur surut. Kendati demikian, masyarakat di Kecamatan Kayan Hilir masih harus waspada lantaran sejumlah desa masih terendam akibat kiriman air dari hulu.
Guna mempercepat penanganan, TRC BPBD telah mendistribusikan bantuan logistik untuk keperluan operasional dapur umum sementara. Pihak berwenang juga telah mengaktivasi relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) dan Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana) di 47 desa terdampak guna memaksimalkan pemantauan serta memperlancar penyaluran bantuan lanjutan. (ril/arf)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....