Salomina Wati Bangga Motif Tenunnya Dipakai Jokowi dan Raih Hak Cipta
- 12 Mei 2026 09:28 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang – Penenun asal Desa Umin, Salomina Wati, berhasil memperoleh hak cipta atas kain tenun pantang bermotif Ruit Besai atau Singa Naga dari Kementerian Hukum Republik Indonesia. Motif khas tersebut sebelumnya sempat menarik perhatian publik setelah dikenakan Presiden Joko Widodo pada ajang KTT WWF di Bali tahun 2024.
Salomina mengaku bangga karena dari sekian banyak penenun di Desa Umin, kain tenun buatannyalah yang dipilih hingga dikenakan Presiden Jokowi. Ia menuturkan, proses pembuatan kain tersebut memerlukan waktu hampir satu bulan. Bahkan saat itu dirinya baru 17 hari usai melahirkan, namun tetap berusaha menyelesaikan tenunan tersebut.
“Cukup bangga sih, karena sekian banyak penenun yang di Umin, hanya punya kakaklah yang bisa dipakai Pak Jokowi. Pembuatannya hampir satu bulan, waktu itu kakak baru 17 hari melahirkan sudah langsung ikut menenun,” ujarnya.

Salomina menjelaskan, motif Ruit Besai sudah lama menjadi ciri khas tenun yang sering ia buat. Dalam bahasa setempat, “ruit” diibaratkan sebagai tombak yang digunakan masyarakat zaman dahulu untuk berburu, sehingga motif tersebut memiliki makna budaya dan filosofi tersendiri.
Ia juga mengaku tidak mengetahui jika kain tenun yang dibuatnya akan dikenakan Presiden Jokowi. Awalnya, kain tersebut hanya merupakan pesanan sepanjang tiga meter dari distributor kain pantang sekaligus Owner Gallery Kain Pantang, Hetty. Setelah selesai ditenun, kain itu kemudian dijahit menjadi pakaian hingga akhirnya dipakai Presiden pada acara internasional tersebut.
“Ndak tahu kalau mau dipakai Pak Jokowi. Kami memang sering jualan di tempat Kak Hetty. Waktu itu dia pesan tiga meter panjangnya, lalu dijadikan baju. Bersyukur Pak Jokowi yang pakai,” katanya.
Kini, Salomina bersama Gallery Kain Pantang atau Rumah Belajar Kain Pantang telah resmi memperoleh hak cipta kekayaan intelektual atas kain tenun pantang motif Ruit Besai. Dengan adanya perlindungan hukum tersebut, diharapkan semakin banyak artisan dan penenun kain pantang yang terdorong untuk mendaftarkan karya mereka sebagai kekayaan intelektual guna menjaga sekaligus melestarikan warisan budaya daerah. (din)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....