Jejak Kartini Menyehatkan Negeri

  • 22 Apr 2026 12:49 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Jejak Kartini Menyehatkan Negeri menjadi tema dalam acara spesial Hari Kartini yang digelar RRI Sintang, Selasa, 21 April 2026. Kegiatan berlangsung di Studio Pro1 RRI Sintang pukul 10.00 hingga 11.00 WIB.

Acara tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Sintang Nyemas Yuli Sri Ayu dan Bidan Desi Kurniawati. Keduanya dikenal sebagai sosok perempuan tangguh yang mendedikasikan hidupnya di bidang kesehatan.

Dalam dialog tersebut, Jejak Kartini Menyehatkan Negeri dimaknai sebagai peran perempuan, khususnya bidan, dalam mendampingi kehidupan sejak lahir hingga dewasa. Semangat Kartini tercermin dari ketulusan, keberanian, dan pengabdian perempuan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Desi Kurniawati mengawali karier sebagai perawat selama sembilan tahun sebelum akhirnya beralih menjadi bidan. Keputusan tersebut diambil pada tahun 2009 setelah mendapatkan motivasi dari Ayu untuk mengembangkan peran sebagai perempuan di bidang kesehatan.

Sementara itu, Ayu membagikan pengalaman saat bertugas sebagai bidan desa sekitar 30 tahun lalu di wilayah pedesaan. Ia menghadapi berbagai tantangan, termasuk pernah jatuh dari perahu di sungai meski tidak bisa berenang.

Beruntung Ayu selamat dan mampu melanjutkan pengabdiannya hingga kini. Meski tidak lagi aktif bertugas sebagai bidan, karena kini mengabdi sebagai ASN di salah satu kantor dinas di Kabupaten Sintang, jiwa kebidanannya tetap melekat dan ia masih sering menjadi tempat konsultasi bagi rekan-rekannya di kantor, seperti mengenai KB, gizi, dan lain-lain.

Menurut Ayu, peran bidan sangat penting dalam mendampingi perempuan sejak masa kehamilan hingga tumbuh dewasa. “Kita dapat menjadi manusia sepenuhnya tanpa berhenti menjadi wanita seutuhnya,” ujarnya mengutip semangat Kartini.

Desi juga menilai kesadaran masyarakat terhadap kesehatan di wilayah Menyumbung dan sekitarnya sudah semakin baik. Ia menyebut perubahan perilaku masyarakat terlihat dari pemanfaatan fasilitas kesehatan dan kebiasaan hidup bersih yang terus meningkat.

Ia menambahkan, edukasi dari tenaga kesehatan seperti puskesmas turut berperan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat. Selain itu, proses persalinan kini umumnya sudah dilakukan oleh tenaga kesehatan yang kompeten.

Perjuangan menjadi bidan tidaklah mudah karena sering menghadapi kondisi darurat dan jam kerja yang tidak menentu. Bahkan, keduanya kerap harus berjaga semalaman demi memastikan keselamatan ibu dan bayi.

Di akhir acara, Desi menyampaikan pesan kepada perempuan Indonesia agar terus berkembang tanpa melupakan jati diri. “Jadilah perempuan yang tidak membatasi diri, tetapi tetap memahami batasan dan mampu berdiri di kaki sendiri,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....