Pemkab Sintang Perkuat Komitmen Lindungi Perempuan dan Anak

  • 16 Apr 2026 09:34 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang – Pemerintah Kabupaten Sintang menegaskan komitmennya dalam menekan angka kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui berbagai upaya penguatan perlindungan dan penanganan yang lebih komprehensif.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kartiyus, saat membuka kegiatan Workshop Perlindungan Perempuan dan Anak yang digelar di Aula Bappeda Kabupaten Sintang, Rabu, 15 April 2026.

Kartiyus menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sintang sebagai langkah konkret dalam meningkatkan kepedulian dan kapasitas berbagai pihak dalam menangani kasus kekerasan pada perempuan dan anak.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sintang, saya menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas terselenggaranya kegiatan ini,” ucapnya.

Kartiyus berharap melalui workshop tersebut dapat terbangun pemahaman yang lebih baik, sekaligus memperkuat kerja sama dan komitmen lintas sektor dalam melindungi perempuan dan anak dari segala bentuk kekerasan.

“Semoga melalui workshop ini kita dapat meningkatkan pemahaman, kerja sama dan komitmen bersama dalam melindungi perempuan dan anak dari segala bentuk kekerasan, serta mendorong penanganan yang lebih tepat melalui pendekatan hukum dan layanan konseling demi terwujudnya lingkungan yang aman dan sejahtera,” ujarnya.

Menurut Kartiyus, perlindungan perempuan dan anak merupakan upaya strategis dalam menjamin hak serta keamanan korban. Oleh karena itu, penanganan setiap kasus harus dilakukan secara tepat, menyeluruh, dan berkeadilan.

“Melalui pendekatan hukum dan layanan konseling diharapkan setiap kasus dapat ditangani secara tepat, komprehensif dan berkeadilan,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya peran aktif seluruh elemen, baik pemerintah, aparat penegak hukum, maupun masyarakat dalam upaya pencegahan, penanganan, hingga pemulihan korban.

Kartiyus mengakui kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Sintang masih menjadi tantangan serius.

“Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama. Kita masih menghadapi tantangan, karena kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih terus terjadi,” tuturnya.

Ia berharap melalui sinergi dan langkah nyata yang berkelanjutan, angka kasus kekerasan di Kabupaten Sintang dapat terus ditekan, bahkan dihilangkan, sehingga tercipta lingkungan yang aman dan ramah bagi seluruh masyarakat, khususnya perempuan dan anak. (Sta)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....