Tablo Kisah Sengsara Yesus Kristus di Sintang Libatkan Sekitar 60 Pemeran
- 04 Apr 2026 00:25 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Keterlibatan generasi muda menjadi sorotan dalam pelaksanaan tablo visualisasi Kisah Sengsara Yesus Kristus di Paroki Maria Ratu Semesta Alam pada perayaan Jumat Agung, Jumat, 3 April 2026. Melalui peran aktif Orang Muda Katolik (OMK) bersama Birka dan Sekami, kegiatan ini tidak hanya menjadi perayaan iman, tetapi juga ruang pembinaan yang mempererat kebersamaan lintas usia dalam kehidupan menggereja.
Sekitar 60 orang terlibat sebagai pemeran dalam tablo yang menampilkan rangkaian kisah sengsara Yesus, mulai dari penangkapan hingga penyaliban. Dengan penghayatan yang kuat, para pemeran berhasil menghadirkan suasana haru yang menyentuh hati umat yang mengikuti prosesi dari kompleks SMP-SD Panca Setya 2 Sintang menuju Gereja Maria Ratu Semesta Alam.
Antusiasme umat tampak begitu tinggi terlihat dari ratusan umat mengikuti jalannya tablo dengan penuh kekhidmatan, sekaligus merenungkan makna pengorbanan Yesus dalam setiap adegan yang diperagakan.

Pastor Vikaris Paroki Maria Ratu Semesta Alam RD. Patrisius Piki, Pr, menyampaikan bahwa kegiatan tablo yang dibawakan oleh OMK, Birka, dan Sekami mendapat respons luar biasa dari umat. Menurutnya, visualisasi ini memiliki tujuan penting dalam membantu umat mendalami iman.
“Tablo yang dibawakan oleh kelompok OMK, Birka, dan Sekami pada hari ini memang mendapat respons yang begitu luar biasa. Hal ini tentunya mempunyai tujuan supaya melalui visualisasi ini umat dimampukan untuk bisa merenungkan tentang kisah sengsara Yesus. Dari semuanya itu untuk menghidupkan kembali cinta pengorbanan, cinta tanpa batas, cinta yang sungguh-sungguh bagi orang yang dicintai seperti Yesus memberikan cintanya kepada kita, dengan tujuan supaya orang yang dicintai itu mengalami sukacita dan kebahagiaan. Harapannya kita sebagai murid Kristus juga bisa melakukan itu dalam seluruh proses perjuangan peziarahan kita di dunia ini,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa keterlibatan sekitar 60 pemeran menjadi bagian penting dalam keberhasilan kegiatan ini, yang turut didukung oleh berbagai pihak. “Pemerannya kurang lebih 60 orang, dan puji Tuhan dua tahun ini juga didampingi oleh Pak Welbertus, mantan Ketua DPP dan mantan anggota DPRD Kabupaten Sintang, serta Pak Chredo sebagai Ketua DPP Paroki Maria Ratu Semesta Alam periode 2026–2029,” tambahnya.
Di balik pelaksanaannya, terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi, terutama dalam mengatur waktu latihan para peserta. “Tantangannya soal mengatur waktu, karena anak-anak OMK ada yang sudah bekerja dan ada juga yang masih sekolah. Jadi harus benar-benar mengatur waktu supaya latihan bisa berjalan dengan baik tanpa kendala. Selain itu, tantangan lainnya adalah menentukan peran dari masing-masing tokoh, sehingga mereka bisa mendekati karakter yang diperankan,” jelasnya.
Menariknya, kegiatan ini juga membangkitkan semangat dari para OMK senior yang kini telah berkeluarga. Mereka bahkan mengusulkan untuk kembali terlibat dalam tablo di tahun mendatang. “Banyak juga usulan untuk OMK senior yang sekarang sudah menjadi bapak dan ibu muda. Mereka dulu pernah bermain tablo, seperti Ketua DPP bersama istrinya dan beberapa teman lainnya. Mereka berharap tahun depan bisa ikut ambil bagian kembali,” ujarnya.
Melalui keterlibatan aktif generasi muda dan dukungan lintas generasi, tablo Kisah Sengsara Yesus Kristus di Paroki Maria Ratu Semesta Alam tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan iman yang hidup, relevan, dan terus berkembang di tengah umat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....